• header-produk1.jpg
  • header-produk2.jpg
  • header-produk3.jpg
  • header-produk4.jpg

Jutaan hektar pertanaman kelapa sawit di Indonesia tengah menghadapi ancaman penyakit yang mematikan. Serangan Ganoderma sp. telah menimbulkan kerugian yang sangat besar pada perkebunan kelapa sawit dan juga. tanaman kehutanan, khususnya pada areal HTI. Oleh karena itu diperlukan pemikiran dan usaha yang serius dari semua pihak untuk mengatasinya. Pengendalian Ganoderma harus dilakukan melalui berbagai pendekatan secara terpadu. Pengendalian Ganoderma sp. meliputi penghilangan sumber infeksi melalui sanitasi dan penekanan penyebaran Ganoderma sp, serta penyehatan lahan melalui pengolahan lahan secara mekanik, diikuti aplikasi bahan organik dan biofungisida. Mengingat pentingnya hal tersebut, Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) dan Ganoderma Center, PT. Riset Perkebunan Nusantara menyelenggarakan pelatihan dengan judul “Deteksi dan pengendalian serangan Ganoderma sp. pada perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan”. Pelatihan ini diselenggarakan dari tanggal 6 - 7 November 2013 di BPBPI dan Aula Balai Penelitian Karet, Kampus Taman Kencana, Bogor. Pelatihan diikuti oleh 51 peserta yang berasal dari berbagai instansi diantaranya PTPN, Dinas perkebunan, Balai penelitian, serta perusahaan yang bergerak dalam bidang pupuk, perkebunan dan kehutanan.

Dr. Darmono Taniwiryono dan Dr. Agus Purwantara mendapatkan kehormatan untuk terlibat dalam acara sosoalisasi penyakit Rapuh Daun Amerika Selatan atau South American Leaf Blight (SALB) yang diselenggarakan oleh Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP), Badan Karantina Pertanian pada tanggal 16 s/d 21 September 2013, di Bekasi. Acara sosialisasi dihadiri oleh seluruh unit pelaksana teknis Karantina Tumbuhan khusunya yang di wilayahnya terdapat tanaman karet dan terkait dengan pelabuhan masuk yang ada di wilayah yang bersangkutan. Dr. Darmono Taniwiryono menyampaikan materi yang berjudul “Procedures for inspection, dianostics, and disinfection of planting materials”, sedangkan Dr. Agus Purwantara menyampaikan materi yang berjudul “Other important Hevea diseases” dan memimpin rombomgan peserta studi lapang.

Dr. Darmono Taniwiryono merupakan ahli penyakit Rapuh Daun Amerika Selatan atau South American Leaf Blight (SALB) satu-satunya yang masih aktif di Asia Tenggara karena dua peneliti lainnya dari Malaysia, Dr. Chee Keng Hoy dan Dr. Ismail sudah pensiun. Penyakit SALB merupakan penyakit daun pada tanaman karet yang keberadaannya di Amerika Selatan telah menggagalkan usaha perkebunan karet di sana selama ini, tempat di mana tanaman karet berasal.  Jika tersebar di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, diduga akan mampu menghancurkan tanaman karet yang ada dan berakibat kepada merosotnya pasokan karet alam dunia.

 

Hari Senin tanggal 23 September 2013, menjadi salah satu hari bersejarah bagi BPBPI. Laboratorium Pengujian BPBPI yang telah mendapatkan sertifikat akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sesuai dengan ISO 17025: 2008, pada hari tersebut diresmikan oleh Komisaris Utama PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bpk Ir. Kusumandaru NS, MBA. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Utama dan Direksi PT RPN, seluruh Direktur Puslit lingkup PT RPN (Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Pusat Penelitian Karet, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Pusat Penelitian Teh dan Kina, serta Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Gula Indonesia). Acara dihadiri pula oleh sekitar 100 orang tamu yang terdiri dari PTPN, perusahaan swasta dan instansi pemerintah. Peresmian laboratorium pengujian BPBPI dilakukan dengan penanda tanganan prasasti oleh Komisaris Utama dan Dirut PT RPN. Sertifikat akreditasi KAN (No akreditasi LP-759 IDN) secara simbolis diserahkan oleh Ketua KAN yang diwakili oleh Sekretaris Jendral KAN, Drs. Suprapto, MPS kepada Kepala Balai BPBPI, Dr. Priyono, DIRS. Pada kesempatan tersebut dilakukan pula penanda tanganan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) antara PT RPN dengan PT Kelola Mina Laut, PT Astra Agro Lestari dan PT Romindo Primavetcom. Setelah pengguntingan pita, Komisaris Utama PT RPN dengan diiringi oleh Direksi PT RPN dan seluruh tamu-tamu melakukan kunjungan ke laboratorium pengujian BPBPI. Acara diakhiri dengan makan siang dan ramah tamah.

Laboratorium Pengujian BPBPI yang terdiri dari Laboratorium Kimia dan Pangan, Laboratorium Mikrobiologi dan Lingkungan serta Laboratorium Biokimia dan Biologi Molekuler sebenarnya bukan laboratorium baru. Laboratorium Tanah dan Pemupukan, yang didirikan pada tahun 1924 dan menjadi cikal bakal Laboratorium Kimia dan Pangan, sangat diakui eksistensinya baik oleh kalangan akademisi maupun praktisi perkebunan.

Ekspose Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) 2013 diselenggarakan oleh Kementrian Pertanian (Kementan) selama tiga hari dari tanggal 30 Agustus sampai dengan 1 September 2013 di Cendrawasih Hall, Jakarta convention Center (JCC). ENIP 2013 dengan tema “Perkebunan sebagai Pilar Strategis Green Economy Nasional” dibuka oleh Menko Perekonomian Ir. Hatta Radjasa. Kegiatan ENIP selama tiga hari berupa talk show, wisata edukasi, demo interaktif produk dan inovasi perkebunan, dan pameran yang menyajikan berbagai stand inovasi perkebunan, baik yang berasal dari instansi pemerintahan hingga swasta. Dalam kegiatan ini PT. RPN juga ikut berpartisipasi dalam memperlihatkan inovasi teknologi perkebunan yang dimiliki, mulai dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (PPKK), Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesi (P3GI), Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), Pusat Penelitian Karet Indonesia (PPK) dan Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI). Peserta yang datang berasal dari berbagai kalangan antara lain pengusaha, pelajar, perguruan tinggi, kelompok petani, diantaranya sangat antusias dan mengapresiasi inovasi teknologi perkebunan yang diperlihatkan. Inovasi teknologi yang dimiliki PT. RPN antara lain white tea, produk coklat, paving block dari karet, bibit hasil kultur jaringan (sagu, karet, pisang, kelapa kopyor, kelapa sawit, kakao, tanaman hias), dan sebagainya. Inovasi-inovasi teknologi tersebut tidak hanya dipamerkan saja, akan tetapi beberapa dari produk dikomersialisasikan, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat inovasi teknologi yang telah dikembangkan. Selain menyediakan produk-produk inovasi teknologi dan info didalamnya, PT. RPN juga membuka peluang kerjasama dengan para peserta yang datang.

Dian Mutiara A & Riska Tamania

Pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 28 dan 29 Agustus 2013, Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) menghadiri undangan Open House Inovasi Florikultura 2013 yang diselenggarakan oleh Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) di Kebun Percobaan Segunung, Pacet, Cipanas. Tema dari kegiatan ini yaitu “Membangun Industri Florikultura yang Mandiri dan Berdaya Saing melalui Pengembangan Invensi dan Penerapan Inovasi Berbasis Sumberdaya Nasional”. Acara ini dihadiri oleh instansi pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, asosiasi dan pelaku usaha. Selain sebagai momen silahturahmi antar lembaga dan masyarakat, acara ini juga menunjukkan kegiatan diseminasi teknologi yang dilakukan oleh Balithi, dan dapat melihat lebih dekat proses perakitan teknologi yang dilakukan oleh para penelitinya.

Acara ini berlangsung selama dua hari, Pada hari pertama dirangkum beberapa kegiatan yang  terdiri atas; sambutan dari para pejabat termasuk Kepala Puslitbang Hortikultura dan Sekretaris Badan Litbang Pertanian, pembukaan Open House Inovasi Florikultura 2013, serta launching varietas unggul baru (tujuh varietas krisan mutan, delapan varietas krisan spray dan standar, 13 varietas lili tropis, enam varietas anggrek phalaenopsis). Keindahan bunga-bunga hasil rakitan Balithi ini memang tidak kalah dengan bunga potong import. Yang menarik adalah bahwa Kementerian Riset dan Teknologi telah memilih diantara varietas krisan yang dirilis, termasuk kedalam 22 teknologi unggulan nasional Indonesia dimana sejajar dengan robot, pesawat terbang, dan sebagainya. Dilanjutkan dengan launching Buku Ensiklopedia Tanaman Hias Tropis, launching Unit pengelola Plasma Nutfah Florikultura (UP2NF), Kunjungan ke lokasi pameran (Klinik agribisnis, Diorama inovasi, Demo teknologi, dsb), dan Temu

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1, Bogor 16128- Indonesia Phone: (0251) 8324048, 8327449 Fax. : (0251) 8328516 Email: admin@iribb.org
Hak cipta © 2021
Media Sosial :