• header-produk1.jpg
  • header-produk2.jpg
  • header-produk3.jpg
  • header-produk4.jpg

Seminar FOODREVIEW INDONESIA dengan tema “Outlook for Functional Food Ingredients” dilaksanakan pada tanggal 6 februari 2014 di IPB International Convention Center-Bogor. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan baik dari bidang akademisi, perusahaan food and beverage serta balai penelitian yang bergerak dalam bidang pangan. Beberapa pakar juga diundang dalam seminar ini diantaranya adalah Prof F.G. Winarno, Dr. Roy Sparringa (Kepala Badan POM RI), Prof Tim Davis (Texas A&M, USA; Borlaug Institute), Ir. Yunawati Gandasasmita, MSc. (Kalbe Nutritionals), Prof Nuri Andarwulan (SEAFAST Center, IPB), Prof Lilis Nuraida (SEAFAST Center, IPB) dan Ir. Muti Arintawati, MSi. (LPPOM MUI).

 

Mungkinkah lahan bekas tambang digunakan sebagai areal pertanian/perkebunan? jawabannya sangat mungkin yaitu dengan melakukan reklamasi. Reklamasi merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. Kegiatan tersebut berdasarkan UU No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Setiap pemegang IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) wajib menyerahkan rencana reklamasi dan rencana pascatambang pada saat mengajukan permohonan IUP Operasi Produksi. Berdasarkan hal tersebut maka BPBPI menyelenggarakan pelatihan untuk menyebarluaskan pengetahuan mengenai peraturan dan teknik reklamasi kepada para pengusaha di bidang pertambangan, perkebunan, dan HTI.

Currently, plantation industry has become more and more important in developing countries as the development and invention of estate crops usage, such as palm oil for renewable energy continue to soar. The large estate crops producing countries, like Indonesia in the case of palm oil, play a very significant role in the global market, however, they gain less benefit than other countries producers of estate crop based industrial products in that market. Thus, it is very important for estate crops based products industry to keep the sustainability of the plantation industry in serving the industry.

read more

Pada tanggal 18-23 November 2013 PT RPN menerima kunjungan Dr. Vincent Petiard dari Nature Source Genetics, Perancis  sebagai Scientific Comittee for Biotechnology Group (SC-Bio) PT. RPN. Acara tersebut dibuka oleh Dr. Gede Wibawa selaku Direktur Riset dan Pengembangan PT. RPN. Acara dihadiri oleh peneliti bidang pemuliaan, bioteknologi, molekuler dan genetika dari seluruh Puslit PT. RPN. Dalam acara tersebut, Dr. Petiard memaparkan tentang strategi pemuliaan untuk tanaman perkebunan, Genotyping By Sequensing (GBS) serta DNA fingerprinting. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif seluruh peneliti PT. RPN dengan Dr. Petiard.

Pertemuan hari kedua dilakukan di Laboratorium Biak Sel dan Mikropopagasi BPBPI- Ciomas. Pada kesempatan tersebut dilakukan evaluasi serta diskusi tim lintas Puslit PT.RPN bidang Bioteknologi untuk menyelesaikan masalah dalam bidang bioteknologi dan pemuliaan terutama Somatic Embryogenesis pada tanaman Karet. Dilakukan pula kunjungan laboratorium kultur jaringan dan mikropopagasi, untuk melihat kemajuan penelitian SE karet dan hasil-hasil penelitian kultur jaringan BPBPI lainnya, seperti kelapa kopyor, sagu, teh, stevia, nanas, tebu, pisang serta tanaman hias (Anthurium, Phylodendron, Zingiber). Selain SE karet, kultur jaringan teh melalui SE juga menjadi perhatian. Metode SE pada teh telah dikuasai oleh tim peneliti BPBPI dimana dengan teknik ini dapat dihasilkan bibit teh skala massal dengan sistem perakaran yang lebih baik sehingga meningkatkan toleransi terhadap kekeringan. Kerjasama antara BPBPI dan Pusat Penelitian Teh dan Kina untuk produksi bibit teh skala massal akan dimulai kembali.

Perubahan iklim dunia telah berdampak pada berbagai sektor kehidupan, termasuk pertanian dan perkebunan. Cuaca ekstrim, variasi curah hujan per tahun menjadi salah satu penyebab fluktuasi produksi pada pertanian dan perkebunan. Variasi curah hujan yang tidak menentu menyebabkan komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, tebu, teh, kopi, dan kakao menurun mutu dan produktivitasnya akibat serangan OPT. Perubahan iklim dapat mengganggu keseimbangan antara populasi OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), musuh alami, dan tanaman inang, sehingga pengendalian hama menjadi lebih sulit dilakukan karena serangan hama menjadi sulit untuk diprediksikan.

Iklim merupakan kondisi alam yang tidak dapat kita kendalikan. Sebaliknya, dampak perubahan iklim perlu diantisipasi dengan langkah adaptasi, yaitu penyesuaian manajemen kultur teknis dengan pengamatan unsur iklim yang baik. Berkenaan dengan hal tersebut, BPBPI menyelenggarakan Pelatihan Pemanfaatan Alat AWS (Automatic Weather Station) untuk Monitoring Data dan Antisipasi Dampak Perubahan Iklim terhadap Komoditas Perkebunan. Pelatihan diselenggarakan selama 2 hari pada tanggal 27-28 Oktober 2013, diikuti oleh sekitar 30 orang yang terdiri dari, para praktisi pertanian dan perkebunan lingkup swasta, negeri, dan BUMN.

 

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1, Bogor 16128- Indonesia Phone: (0251) 8324048, 8327449 Fax. : (0251) 8328516 Email: admin@iribb.org
Hak cipta © 2021
Media Sosial :