• header-produk1.jpg
  • header-produk2.jpg
  • header-produk3.jpg
  • header-produk4.jpg

Mengawali tahun 2015 ini PPBBI melaksanakan agenda Pra-Raker dan Raker (Rapat Kerja) yang dilaksanakan pada tanggal 20-24 Januari 2015 dan tanggal 4 Februari 2015 di kampus Taman Kencana, Bogor. Raker yang diikuti oleh seluruh karyawan PPBBI tersebut membahas rencana, strategi, dan agenda kerja PPBBI. Tahun 2015, PPBBI mencanangkan untuk tidak lagi menerima dropping dari PT Riset Perkebunan Nusantara. Hal ini merupakan salah satu langkah strategis bagi PPBBI untuk menuju kemandirian finansial dengan mengoptimalkan pemasaran produk-produk unggulan hasil inovasi penelitian PPBBI.

Kado akhir tahun yang manis untuk Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI). Kerja keras para peneliti dan karyawan BPBPI yang tiada henti berinovasi dan berbagi untuk negeri akhirnya terbayarkan sudah. Hari Senin, tgl 16 Desember 2014, bertempat di Auditorium Utama gedung BPPT Jakarta, BPBPI mendapatkan anugerah sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioteknologi Perkebunan. Penganugerahan diberikan langsung oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Drs. H. Muhammad Nasir, M.Si., Akt., Ph.D kepada Kepala Balai Dr. Ir. Priyono, DIRS.

Pelatihan Pengolahan Limbah Kelapa, 17-20 Nov 2014, Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Bogor.

Kabupaten Kutai Kartanegera memiliki luas lahan kebun kelapa paling luas di Propinsi Kalimantan Timur, yaitu seluas 11.142 ha dengan produksi 7.246 ton dan menyerap tenaga kerja sebanyak 5.145 orang (Data dari Disbun Kab. Kukar). Produksi buah kelapa ini untuk memenuhi permintaan buah kelapa segar setempat. Sayangnya, limbah buah kelapa yang sangat melimpah tidak dimanfaatkan sama sekali. Limbah buah kelapa berupa: sabut, coco peat, air kelapa dan batok kelapa tersebut dapat dimanfaatkan menjadi produk-produk jadi yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Atas dasar pertimbangan itulah, sebanyak 12 orang petani dan 2 orang petugas Disbun Kab. Kukar berkerjasama dengan Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia melaksanakan pelatihan pengolahan limbah kelapa. Pelatihan dilaksanan mulai tanggal 17-20 November 2014 di kantor BPBPI, Bogor.

Kualitas dan kuantitas material tanaman karet merupakan hal yang tidak terpisahkan untuk mendorong daya hasil perkebunan yang optimal. Bioteknologi merupakan alat untuk memperbesar peluang capaian tersebut. Workshop Internasional IRRDB merupakan salah satu sarana dimana pertukaran informasi dan keahlian dari berbagai negara anggota dapat memberikan daya dorong maksimal.

Bioteknologi dianggap sebagai alat yang ampuh untuk pengendalian kualitas bahan tanaman perkebunan. Hal tersebut terlihat dari penggunaan marka molekuler yang telah secara rutin diterapkan di beberapa negara untuk kegiatan seleksi progeni unggul pada tahap pembibitan. Dalam kaitannya dengan usaha perbanyakan tanaman karet, pengembangan strategi baru yang melibatkan perpaduan cerdas teknik propagasi tingkat tinggi, seperti melalui teknik in vitro embriogenesis somatik, dan praktek perbanyakan klasik seperti pemotongan (cutting) serta okulasi (grafting) sedang dikembangkan oleh industri terkait.

Gelar Teknologi Biostimulan Citorin di desa Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jabar 22 September 2014.

Biostimulan Citorin temuan Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) terbukti mampu meningkatkan produksi padi dari 7,1 ton/ha menjadi 8,3 ton/ha di lahan milik Bapak H. Asep desa Cilamaya Wetan, Kab. Kerawang, Jawa Barat. Produksi padi ini jauh lebih tinggi daripada rata-rata produksi padi di Jawa Barat yang hanya 5,9 ton/ha seperti yang dilaporkan BPS RI.

Biostimulan Citorin ditemukan oleh Dr. Djoko Santoso, peneliti senior BPBPI. Penelitian Dr. Djoko Santoso menemukan metode ekstraksi canggih yang bisa mengambil zat pengatur tumbuh dari bahan organik asli Indonesia. Larutan hasil ekstraksi ini mengandung zat pengatur tumbuh dalam konsentrasi tinggi dan terbukti memberikan efek positif bagi tanaman.

Penelitian dan pengujian Citorin baik di laboratorium, rumah kaca, maupun di lapang membuktikan bahwa aplikasi Citorin bisa meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan memperbaiki perkembangan generatif tanaman. Uji coba di desa Cilamaya Wetan merupakan satu dari 60 lokasi uji coba Citorin di 23 kabupaten yang tersebar di tujuh propinsi di seluruh Indonesia. Hasil uji coba dari 20 lokasi yang sudah panen menunjukkan bahwa Citorin bisa meningkatkan produksi padi rata-rata sebesar 1,57 ton/ha atau 25%. Padi yang diberi aplikasi Citorin menunjukkan keunggulan, yaitu jumlah anakan per rumpun meningkat 20%, jumlah anakan produktif meningkat 28%, bulir bernas per malai meningkat 7% dan bobot rata-rata 1000 bulir bernas meningkat 4%, serta rendemen beras meningkat dari 52% menjadi 59%.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1, Bogor 16128- Indonesia Phone: (0251) 8324048, 8327449 Fax. : (0251) 8328516 Email: admin@iribb.org
Hak cipta © 2021
Media Sosial :