• header-produk1.jpg
  • header-produk2.jpg
  • header-produk3.jpg
  • header-produk4.jpg

Limbah merupakan produk samping yang belum termanfaatkan dari aktivitas industri dan usaha lainnya. Limbah muncul bagaikan “buah simalakama” yang tidak mungkin dihindari dan sering menjadi ganjalan bagi para pengelola industri dari tingkat manager sampai ke tingkat analis. Paradigma penanganan limbah selama ini yang berorientasi agar limbah aman untuk dibuang, akan terus menghadapi masalah tersebut, karena penanganan limbah diposisikan sebagai cost center.

Penanganan limbah dengan metode 5R (Rethink, Reuse, Recycle, Reduction, Recovery) akan dapat mengubah pola pikir tersebut, karena limbah akan diposisikan sebagai produk samping atau bahan baku untuk industri berikutnya. Penanganan yang sukses dengan cara ini akan dapat membalik posisi IPAL dari cost center menjadi profit center.

Benarkah semua limbah selalu dapat dimanfaatkan? Benarkah limbah selalu dapat dijadikan sebagai “bahan baku kedua” oleh sebuah industri? Kita akan dapatkan jawabannya dari pelatihan oleh para ahli yang akan mengupas habis permasalahan dan penanganan berbagai jenis limbah, mulai dari limbah pertanian, pasar, hingga limbah industri. Berbagai kiat untuk menangani limbah secara praktis agar mudah diolah dan menjadi bisnis yang menguntungkan, akan disajikan dalam pelatihan ini.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan mengadakan pelatihan "Pengelolaan Limbah Pertanian, Pasar, dan Industri Berbasis Bioteknologi". Pelatihan selama tiga hari yang berlangsung pada tanggal 9-11 Juni 2015 bertujuan untuk Memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang penanganan limbah cair dan padat dari usaha pertanian, pasar dan industri, termasuk industri perkebunan dengan pendekatan bioteknologi. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

Bogor, 11-13 Mei 2015

Lima orang staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Tanah Bumbu - Batulicin, Prop. Kalsel yang dipimpin langsung oleh Bapak Kadis hadir di Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia untuk magang pengolahan paska panen karet. Magang dilaksanakan selama tiga hari mulai hari Selasa, 11 s/d 13 Mei 2015. Materi utamanya adalah teknologi terbaru paska panen latek yang disampaikan oleh ahli latek dari PPBBI dan Pusat Penelitian Karet (PPK).

Kepala Biro Umum dan SDM PPBBI , Dr. Nurhaimi-Haris mewakili Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia menerima SK dan Sertifikat Akreditasi majalah ilmiah Menara Perkebunan, LIPI-Cibinong.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia berhasil memperpanjang akreditasi jurnal Ilmiah Menara Perkebunan hingga 3 tahun kedepan. Penyerahan SK dan Sertifikat Akreditasi majalah ilmiah periode 1 tahun 2015 dilaksanakan pada tanggal 30 April 2015, bertempat di Kompleks Cibinong Science Center, LIPI Cibinong, diikuti dihadiri oleh penerima 47 majalah terakreditasi. Pada kesempatan ini, kepala Pusbin Diklat LIPI, Prof. Dr. Ir. Husein Avicenna Akil, M.Sc, menyatakan bahwa pada periode 1 tahun 2015 ini telah didaftarkan sebanyak 55 majalah ilmiah, 47 majalah ilmiah berhasil mendapatkan predikat terakreditasi, sedangkan 8 majalah ilmiah tidak terakreditasi.

Kepala Urusan Kerjasama dan Operasional Penelitian, Dr. Riza Arief Putranto, DEA yang hadir mewakili Direktur PPBBI (paling kiri) mendampingi tiga calon peneliti PPBBI (ki-ka): Firda Dimawarnita, ST (mendapat penghargaan sebagai peringkat III) ; Rizka Tamania Saptari, SSi dan Dian Mutiara Amanah, SSi.

Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Pertama merupakan langkah awal bagi calon-calon peneliti untuk memperluas wawasan dan membentuk kepribadian sebagai ilmuwan sekaligus pejabat peneliti di lingkungan instansi masing-masing. Pada Diklat tersebut, calon peneliti dibekali dengan penguatan pengetahuan dan keterampilan penelitian di bidang keahlian, sehingga mendukung upaya pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Rehabilitasi lahan pasca tambang dalam rangka pembangunan berkelanjutan harus lebih diarahkan kepada pengembangan lahan produktif ramah lingkungan yang lebih konseptual. Kriteria penambangan yang baik harus mematuhi kaidah peraturan perundang-undangan yang intinya mengatur perencanaan menyeluruh sesuai standar baku teknologi penambangan yang tepat sesuai kebutuhan, prinsip efisiensi efektifitas dan nilai tambah, prinsip konservasi keterpaduan sektor hulu dan hilir, keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawan, serta melindungi plasma nutfah lokal.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1, Bogor 16128- Indonesia Phone: (0251) 8324048, 8327449 Fax. : (0251) 8328516 Email: admin@iribb.org
Hak cipta © 2021
Media Sosial :