• header-produk1.jpg
  • header-produk2.jpg

Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktur Paten telah memberikan 2 (dua) sertifikat paten terhadap invensi hasil penelitian PPBBI. Sertifikat paten yang diterima pada tahun 2015 tersebut yaitu invensi berjudul :

(1) Komposisi Formula Fungi Pelapuk Putih untuk Penghilangan Warna dan Bau Air Limbah dan Bahan Mentah Industri (Paten No. IDP 000037198) dengan inventor : Dr Tri Panji, MS dan Ir Suharyanto, M.Si.

Pada awalnya, Djoko Sumarno, SP., MM., staf Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) yang berinisiatif menyertakan kopi milik petani binaannya, dari Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk ikut dalam Banyuwangi Coffee Specialty Nusantara Festival, yang merupakan kontes kopi spesialti tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Banyuwangi, Jawa Timur. Djoko Sumarno, SP., MM., yang saat ini bertugas sebagai Peneliti Pengembang PPKKI yang banyak bertugas sebagai pembimbing petani kopi di daerah, merupakan kolega sekaligus kawan dekat Dr Priyono, Peneliti PPKKI yang kini menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI). Kedekatan hubungan keduanya didasari oleh idealisme yang sama untuk membantu meningkatkan pendapatan petani kopi sekaligus keinginan untuk megangkat citra kopi Indonesia di mata dunia.

Dr Priyono sering menitipkan agens starter fermentasi kopi “Ciragi” produksi PPBBI kepada Djoko Sumarno untuk diujicoba di wilayah petani binaannya di sentra penghasil kopi di Indonesia, antara lain Aceh, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Bali, untuk menghemat biaya perjalanan. Beberapa kopi hasil aplikasi Ciragi telah diuji citarasanya dengan hasil yang memuaskan.

Pengembangan, aplikasi, dan komersialisasi pupuk hayati, organik, dan pembenah tanah harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan mencakup pula status industri ini untuk menopang program pengelolaan perkebunan dan pertanian ramah lingkungan hingga ketahanan pangan guna menjawab tantangan efisiensi pemupukan ke depan. Eksplorasi bahan dan plasma nutfah lokal yang dapat diperbarui sebagai bahan baku utama produksi harus dioptimalkan sedemikian rupa untuk pemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat. Sebagai mata dagangan komersial harga pupuk hayati, organik, dan pembenah tanah sangat ditentukan oleh harga bahan baku, biaya proses (energi dan tenaga kerja), transportasi, dan demand. Atas dasar hal tersebut maka upaya efisiensi proses produksi secara terus menerus harus dilakukan dengan tetap mengedepankan kualitas sesuai standardisasi dan keberlanjutan usahanya melalui dukungan pemerintah.

Workshop pengembangan pupuk hayati, organik, dan pembenah tanah yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia pada tanggal 8-10 September 2015 diikuti oleh peserta dari berbagai instansi dan perusahaan perkebunan swasta di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

Pada hari minggu, 9 Agustus 2015 Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) yang telah diakui sebagai Pusat Unggulan IPTEK (PUI) ikut meramaikan acara RITECH EXPO 2015 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pada kesempatan tersebut Ir. Sumaryono, M.Sc yang mewakili PPBBI memperkenalkan potensi tanaman pemanis stevia untuk memenuhi kebutuhan industri dalam sebuah acara talk show singkat yang berdurasi 30 menit.

Sebagai upaya mengimplementasikan kesepahaman agenda integrasi riset dan usaha di lingkup Puslit PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) dalam rapat koordinasi terbatas beberapa waktu lalu di Bogor, maka satu kegiatan utama pengelolaan lahan pra dan pasca tambang batu bara di PT Bukit Asam, Tbk (PT BA) Tanjung Enim, Sumatera Selatan dilaksanakan bersama antara Puslit lingkup PT RPN dan PT BA dengan tujuan untuk: (i) melakukan evaluasi kesesuaian lahan dan upaya perbaikan yang diperlukan, (ii) melakukan rehabilitasi lahan terganggu di area demoplot perkebunan rakyat untuk mengoptimalkan kembali kondisi ekologi, (iii) meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan dan pertanian, (iv) membangun demoplot percontohan teknologi rehabilitasi lahan yang tepat guna (v) memperoleh pertukaran informasi yang terkait dengan managemen teknis rehabilitasi lahan berbasis bioteknologi, serta (vi) memasyarakatkan dan mensosialisasikan penggunaan produk bioteknologi untuk mencegah erosi, pencucian hara tanah, dan memperbaiki agregat tanah.

Kunjungan ke lapang dalam rangka melakukan survey dan pemetaan lahan pasca tambang serta koordinasi dengan tim lingkungan dan perencanaan reklamasi PT BA, dilaksanakan pada tanggal 6-8 Agustus 2015. Dalam hal ini PusLit lingkup PT RPN diwakili oleh PPBBI, PPKS, PPKKI, dan PPK Cq Balit Karet Sembawa. Total luasan lahan yang akan direklamasi adalah 408 ha, dengan tahapan reklamasi 18 ha/tahun. Sampai dengan tahun 2015, luas lahan yang telah direklamasi baru mencapai 7 ha. Lahan ini telah ditanami jenis tanaman HTI berupa pohon mahoni, johar, dan kayu putih.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1, Bogor 16128- Indonesia Phone: (0251) 8324048, 8327449 Fax. : (0251) 8328516 Email: admin@iribb.org
Hak cipta © 2021
Media Sosial :