• header-produk1.jpg
  • header-produk2.jpg

Kebutuhan akan benih unggul merupakan hal pokok yang harus terpenuhi untuk meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan di Indonesia. Mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen utama di dunia untuk beberapa komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, tebu, maka produktivitasnya harus mampu bersaing dengan negara produsen lainnya. Penggunaan benih unggul merupakan salah satu faktor utama untuk menunjang produktivitas tanaman. Penyediaan benih unggul tanaman perkebunan dapat dilakukan melalui teknik kultur jaringan yaitu somatic embryogenesis (SE). Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) sebagai institusi riset yang memiliki kapasitas dan pengalaman panjang dalam riset maupun produksi benih unggul tanaman perkebunan melalui SE, mengadakan Workshop Perbanyakan Klonal Tanaman Perkebunan melalui Teknologi Somatic Embryogenesis (SE).

Pada hari Selasa, tanggal 2 Agustus 2016, PPBBI menerima kunjungan supervisi tim PUI Kemenristekdikti yang terdiri dari Bapak Dr. Ernan Rustiadi, Bapak Budi Susanto Sadiman dan Ibu Edita Diah Triana Dewi, SE. Kegiatan supervisi diawali dengan pemaparan kemajuan capaian kegiatan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioteknologi dan Bioindustri oleh PPBBI dan diikuti dengan diskusi. Hasil dari supervisi PUI tersebut mengerucut pada rencana penguatan business plan PPBBI untuk meningkatkan pendapatan dari perusahaan berbasis riset ini. Kegiatan supervisi kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapang di Laboratorium Biak Sel dan Kebun Percobaan Ciomas, Bogor.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI), Bogor, Jawa Barat berhasil menemukan produk fermentasi untuk meningkatkan kualitas kopi. Hasil Riset yang dipatenkan dengan nama “Ciragi” ini mampu meningkatkan mutu dan konsistensi citarasa kopi nasional.

Fermentasi Ciragi dihasilkan oleh tiga peneliti PPBBI yaitu Tri Panji, Priyono dan Suharjanto yang melakukan riset semenjak 2014. Merek “Ciragi” telah didaftarkan ke Dirjen Hak Cipta dan Paten, Kementerian Hukum dan HAM dengan pendaftaran merek No. D002014052980. Sementara formula Ciragi didaftarkan patennya dengan nomor pendaftaran paten P-00201407291.

Principal Reserch Scientiest Processing Biotechnologist Tri Panji mengatakan Ciragi berbahan aktif Lactobacillus sp. unggul yang terbukti mampu memperbaiki proses fermentasi. Lactobacillus sp. juga merupakan bakteri menguntungkan yang telah masuk dalam kategori GRAS (Generally Recognize As Safe) menurut US-FDA.

Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam, yang sebagian besar atau 96% dihasilkan dari perkebunan rakyat. Nilai ekspor kopi Indonesia pada 2015 diperkirakan mencapai US$1,19 miliar dari volume ekspor sebanyak 350.000 ton per tahun.

Namun, sebagian besar kopi rakyat tidak atau belum difermentasi dengan benar, sehingga mutu cita rasa belum optimal dan berdampak terhadap harga jualnya menjadi belum menggembirakan.

Pada proses fermentasi yang dilakukan oleh pekebun kopi saat ini, sebagian besar mikroorganisme yang terlibat dalam proses fermentasi kopi berasal dari kulit buah, lendir, dan kulit tanduk kopi.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI), Bogor,  Jawa Barat berhasil menemukan produk fermentasi untuk meningkatkan kualitas kopi. Hasil Riset yang dipatenkan dengan nama “Ciragi” ini mampu meningkatkan mutu dan konsistensi citarasa kopi nasional.

Fermentasi Ciragi dihasilkan oleh tiga peneliti PPBBI yaitu Tri Panji, Priyono dan Suharjanto yang melakukan riset semenjak 2014. Merek “Ciragi” telah didaftarkan ke Dirjen Hak Cipta dan Paten, Kementerian Hukum dan HAM dengan pendaftaran merek No. D002014052980. Sementara formula Ciragi didaftarkan patennya dengan nomor pendaftaran paten  P-00201407291.

 

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1, Bogor 16128- Indonesia Phone: (0251) 8324048, 8327449 Fax. : (0251) 8328516 Email: admin@iribb.org
Hak cipta © 2021
Media Sosial :