• header-produk1.jpg
  • header-produk2.jpg

Sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioteknologi & Bioindustri, PPBBI terus meningkatkan diseminasi produk-produk unggulan risetnya, salah satunya melalui siaran televisi. Bak gayung bersambut, TVRI Jawa Barat berencana memproduksi program Indonesia Membangun yang kali ini akan mengangkat tema “Plastik dari Limbah Singkong dan Sawit”. Urgensi dari tayangan ini adalah pentingnya inovasi terkait bioplastik tersebut untuk diketahui oleh publik sebagai salah satu solusi permasalahan lingkungan.

Dr. Isroi, MSi merupakan peneliti utama dalam riset tersebut di PPBBI. Beliau telah berhasil memperoleh biji plastik yang diolah dari selulosa limbah tandan kosong kelapa sawit. Dr. Isroi mengemukakan bahwa riset bioplastik dapat menjadi terobosan untuk mengatasi sampah plastik yang hingga hari ini masih menjadi permasalahan besar di kota-kota di Indonesia. Salah satu tren yang juga sedang dikembangkan saat ini adalah bioplastik “edible” yang berasal dari singkong. Bioplastik tersebut aman untuk dikonsumsi dan membuktikan sifatnya yang mudah terdegradasi.

 

Dalam rangka memperingati HUT ke-50, Universitas YARSI mengadakan YARSI Researcher Award 2017. Universitas yang berdiri pada tahun 1971 dibawah Yayasan YARSI tersebut ingin mengapresiasi dan menghargai hasil penelitian ilmuwan Indonesia dalam Ilmu Hayati, Teknologi Informasi, dan Ilmu Sosial Budaya. Penghargaan ini menawarkan insentif yang berharga bagi para peneliti yang telah menunjukkan potensi dan hasil penelitian bermanfaat dalam bidang keahlian mereka.

Sebagai salah satu lembaga Pusat Unggulan Iptek (PUI), Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) terus mendorong SDM penelitinya untuk terus meningkatkan kemampuan sesuai bidangnya dan selalu kompetitif dalam mencapai daya saing tinggi. Salah satu peneliti muda PPBBI, Dr. Riza Arief Putranto, DEA berpartisipasi dalam YARSI Researcher Award 2017. Kompetisi tersebut berlangsung dari Februari hingga April 2017. Acara puncak penganugrahan sendiri berlangsung pada Kamis, 20 April 2017.

Selebrasi “The Indian Alumni Day” diselenggarakan di JW Marriott Hotel, Mega Kuningan, Jakarta pada tanggal 16 Maret 2017. Acara tersebut dihadiri lebih dari 70 partisipan yang merupakan alumni program Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) and Indian Council of Cultural Research (ICCR). Program tersebut menyediakan training, kursus, studi tingkat Master dan Doktor untuk Indonesia. Duta Besar India untuk Indonesia sekaligus perwakilan dari Asosiasi Alumni India, Nengcha Lhouvum Mukhopadhaya, membuka acara pada malam tersebut.

Peneliti PPBBI, Irfan Martiansyah, SSi hadir dalam acara tersebut karena telah berpartisipasi dalam Agricultural Project Management selama dua bulan di India. Program tersebut di danai oleh Pemerintah India di bawah program ITEC. Sebagai lembaga dengan status Pusat Unggulan Iptek (PUI) pada bidang Bioteknologi dan Bioindustri, PPBBI senantiasa terus mendukung kegiatan capacity building SDM-nya dalam mempertahankan keunggulan dan kemandiriannya.

Sebagai lembaga PUI dalam bidang Bioteknologi & Bioindustri, PPBBI memiliki itikad untuk terus mengembangkan jaringan baik dalam bidang penelitian, pengembangan maupun bisnis. Oleh sebab itu, sebagai salah satu lulusan Australia, peneliti PPBBI, Haryo Tejo Prakoso, M.Agr.Env diinstruksikan untuk memenuhi undangan dari Australian Award Alumni dalam acara “Red Meat and Cattle Partnership Skills Development Alumni and Networking” pada tanggal 9 Maret 2017 di Kedutaan Besar Australia, Jakarta. Acara tersebut dibuka oleh Dr. Justin Lee sebagai Deputy Head of Mission, Kedubes Australia.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1, Bogor 16128- Indonesia Phone: (0251) 8324048, 8327449 Fax. : (0251) 8328516 Email: admin@iribb.org
Hak cipta © 2021
Media Sosial :