• header-produk1.jpg
  • header-produk2.jpg
  • header-produk3.jpg
  • header-produk4.jpg

Lab jasa analisis kimia Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) berdasarkan peraturan Menteri Pertanian nomor 28/Permentan/SR.130/5/2009, merupakan salah satu lembaga resmiyang ditunjuk untuk melakukan uji mutu terhadap pupuk organik dan pembenah tanah. Saat ini, lab jasa analisis kimia BPBPI dilengkapi dengan alat-alat instrument baru antara lain spektofotometerdouble beam dan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) melalui program revitalisasi lab yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan akurasi pemeriksaan sampel.

Meningkatnya peredaran pupuk hayati di pasar perlu diawasi dengan ketat karena mutu pupuk hayati yang buruk akan merugikan petani bahkan bila pupuk hayati mengandung mikroba patogen dapat menyebabkan penyakit pada tanaman atau mencemari lingkungan. Faktor penting yang menyebabkan rendahnya kinerja pupuk hayati di lapang antara lain adalah karena populasi mikroba dalam formula bahan pembawa pupuk tersebut sangat rendah dan aktivitas isolat mikroba yang digunakan sebagai bahan aktif dalam pupuk hayati juga rendah.

Kelompok peneliti Ganoderma BPBPI dari berbagai latar belakang keahlian seperti fitopatologi, mikrobiologi, fisiologi, biologi molekuler dan sosial ekonomi membentuk fokus group “crisis center” untuk menangani berbagai persoalan terkait serangan penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit. Kelompok peneliti ini dipimpin oleh Dr. Darmono Taniwiryono, MSc. Semua informasi tentang Ganoderma seperti gejala serangan, teknik pengendalian, penelitian terbaru dan kegiatan laboratorium telah terhimpun dalam situs www.ganoderma-center.com.

Pupuk hayati cair dengan bahan aktif mikroba isolat lokal sedang dikembangkan oleh PTPN XIII (Pontianak, Kalimantan Barat) bekerja sama dengan BPBPI dibawah koordinator peneliti Dr. Siswanto, DEA. Kerja sama ini telah berhasil menyeleksi berbagai mikroorganisme unggul yaitu Azotobacter (4 isolat), bakteri pelarut fosfat (2 isolat), bakteri PGPR (plant growth promoting rhizobacteria (4 isolat), actinomycetes (2 isolat) dan bakteri endofit penghasil IAA (3 isolat) serta fungi endofit (29 isolat). Isolat-isolat tersebut saat ini sedang diuji pada tanaman jagung dan tomat di lapang.

Metilasi dapat terjadi pada dua dari 4 basa |DNA, namun yang memiliki peran penting di kelompok eukariota hanyalah metilasi yang melibatkan penambatan gugus metil pada karbon posisi ke lima cincin pirimidin basa C (sitosin). Pada golongan mamalia, metilasi khususnya terjadi pada basa C yang diikuti oleh basa G (guanin), yang dalam istilah molekulernya lebih dikenal dengan CpG dinukleotida.  Metilasi C di daerah promoter menyebabkan terhambatnya ekspresi gen.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1, Bogor 16128- Indonesia Phone: (0251) 8324048, 8327449 Fax. : (0251) 8328516 Email: admin@iribb.org
Hak cipta © 2021
Media Sosial :