• header-produk1.jpg
  • header-produk2.jpg
  • header-produk3.jpg
  • header-produk4.jpg

Peneliti PPBBI Memperoleh Apresiasi Life Sciences Award 2016

Kompetisi ilmiah bertajuk Merck – i3L Life Sciences Award 2016 yang bertempat di kampus The Indonesia International Institute for Life-Sciences (i3L) telah sukses digelar pada tanggal 23 November 2016. Dalam acara puncak tersebut, peneliti PPBBI, Dr. Riza Arief Putranto, DEA yang mengusung penelitian berjudul “Development of Protease Inhibitor-Based Antimicrobial Agent from Hevea brasiliensis (Rubber Tree) Latex” telah terpilih sebagai runner up untuk menerima Award tersebut..

Kompetisi yang digelar PT Merck Indonesia bekerjasama dengan i3L ini bertujuan untuk memberikan penghargaan terhadap peran penting para ilmuwan di Indonesia dalam memajukan pengetahuan dan produk baru yang bermanfaat untuk masyarakat di bidang Life Sciences. Kompetisi tersebut terbuka untuk warga negara Indonesia yang berprofesi sebagai peneliti, mahasiswa pasca sarjana, akademisi baik dari institusi negeri maupun swasta. Proposal penelitian yang masuk dinilai berdasarkan proses pelaksanaan penelitian, kreativitas dan originalitas serta potensi manfaat untuk masyarakat dan industri life science.

Adapun dewan juri yang terlibat terdiri dari Juri yang terlibat terdiri dari Prof. dr. Amin Subandrio W. Kusumo, Ph.D., Clin. Microbiologist (Chairman of Eijkman Institute), Prof. Dr. Amarila Malik, M.Si., Apt (Guru Besar Mikrobiologi dan Bioteknologi Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia), Dr. Ratih Asmana Ningrum, S.Si.,M.Si (Peneliti Muda Bidang Bioteknologi Kesehatan LIPI), Chong Mun Keat, Ph.D (Head of Research-Cell Biology Regional Field Marketing-Emerging Asia Life Science), dan Victor Christoff de Vries, Ph.D (Director for Research and Innovation, Faculty of Medicine i3L).

Prof. dr. Amin Subandrio sebagai Ketua Dewan Juri mengatakan bahwa sebanyak 53 peserta telah mendaftar dan 30 semi-finalis diundang untuk mengikuti acara puncak di Kampus i3L, Pulo Mas, Jakarta. Selanjutnya terpilihlah 10 finalis yang kemudian diseleksi menjadi 4 terbaik yang berhak mempresentasikan hasil penelitiannya di depan dewan juri. Hasil akhirnya adalah ditetapkannya dua pemenang. “Diskusi dewan juri sangatlah alot, karena kualitas penelitian yang kami nilai sungguh sangat bagus. Kami, dewan juri, sangat bangga dengan kinerja peneliti-peneliti di Indonesia yang mendedikasikan waktunya untuk kemajuan penelitian di negeri tercinta ini”, lanjut beliau.

Dr. Riza menyampaikan bahwa kompetisi tersebut merupakan “angin segar” bagi peneliti di Indonesia agar hasil penelitiannya dapat lebih dikenal dan diapresiasi oleh khalayak umum. “Saya berterima kasih kepada PT Merck Indonesia dan i3L yang telah menyelenggarakan kompetisi tersebut. Saya berharap acara semacam ini akan terus ada untuk memberikan dorongan semangat kepada para peneliti di Indonesia”, ujarnya.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Riza dan tim telah berhasil mengisolasi protein di dalam lateks tanaman karet yang berpotensi untuk digunakan sebagai senyawa antimikroba. “Harga karet saat ini sedang tidak dalam kondisi baik dikarenakan produksi berlebih karet alam pada tingkat dunia. Oleh karena itu ranah penelitian kami adalah diversifikasi lateks karet melalui isolasi protein yang berpotensi untuk digunakan sebagai biofungisida dan biobakterisida pada tanaman pertanian”, jelas Dr. Riza.

 

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1, Bogor 16128- Indonesia Phone: (0251) 8324048, 8327449 Fax. : (0251) 8328516 Email: admin@iribb.org
Hak cipta © 2021
Media Sosial :