Tema riset “Plastik dari Limbah Singkong dan Sawit” ditayangkan di program acara Indonesia Membangun pada stasiun TVRI

Sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioteknologi & Bioindustri, PPBBI terus meningkatkan diseminasi produk-produk unggulan risetnya, salah satunya melalui siaran televisi. Bak gayung bersambut, TVRI Jawa Barat berencana memproduksi program Indonesia Membangun yang kali ini akan mengangkat tema “Plastik dari Limbah Singkong dan Sawit”. Urgensi dari tayangan ini adalah pentingnya inovasi terkait bioplastik tersebut untuk diketahui oleh publik sebagai salah satu solusi permasalahan lingkungan.

Dr. Isroi, MSi merupakan peneliti utama dalam riset tersebut di PPBBI. Beliau telah berhasil memperoleh biji plastik yang diolah dari selulosa limbah tandan kosong kelapa sawit. Dr. Isroi mengemukakan bahwa riset bioplastik dapat menjadi terobosan untuk mengatasi sampah plastik yang hingga hari ini masih menjadi permasalahan besar di kota-kota di Indonesia. Salah satu tren yang juga sedang dikembangkan saat ini adalah bioplastik “edible” yang berasal dari singkong. Bioplastik tersebut aman untuk dikonsumsi dan membuktikan sifatnya yang mudah terdegradasi.

Program Indonesia Membangun yang mengusung tema bioplastik tersebut tayang pada tanggal 10 Mei 2017 pukul 11.00-11.30. Tagline yang diusung dalam siaran tersebut adalah Mungkinkah plastik bisa dimakan? Kapan kita bisa makan bakso semangkok-mangkoknya? Siapakah peneliti yang bisa membuat plastik dari limbah sawit?

 

RAP

 

Facebook Twitter