Data Buku Tamu

Sign guestbookSign guestbook:

Sulasman Supandi     06 November 2014 13:56 | Jl. Sawo No. 5 Jatibening Satu Pnd Gede Bekasi
Ass. Maaf mau tanya Pak, kalau jerami yg akan kita komposkan itu tidak ditutup dengan tanah tapi dengan plastik bisa ga yaah ? kebetulan sawahnya cukup dekat dengan rumah.Terima kasih. Wass.
Admin Comment:Admin comment:
Dear Pak Sulasman,

Untuk proses pembuatan kompos yang menggunakan produk bioaktivator dari BPBPI seperti Orgadec, Promi atau Acticomp, memang tidak harus ditutup atau dibenamkan di dalam tanah Pak, akan tetapi bisa juga menggunakan plastik terpal sebagai penutupnya. Tujuan penutupan tersebut adalah untuk membentuk suasana anaerob sehingga proses pengomposan dapat terjadi dengan cepat.

Demikian informasi dari saya, jika masih ada yang mau ditanyakan dapat menghubungi saya via email atau telepon.

Soekarno MP
Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
Email : soekarno17@yahoo.com
Hp : 085311354243

tengku sabrina     03 November 2014 05:07 | medan
need more information about price of analyse herbicide residue in plant and soil
Admin Comment:Admin comment:
Dear Ibu Sabrina,

Saat ini laboratorium Pengujian kami memang mengujikan pestisida baik itu formulasi pestisida maupun residu pestisida. Dikarenakan pengujian residu pestisida merupakan pengujian yang sangat spesifik, saya membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai sampel yang akan Ibu ujikan. Jika Ibu berkenan saya membutuhkan informasi berikut ini :

1. Apakah Ibu sudah memiliki target jenis residu pestisida yang akan diujikan?
Maksudnya adalah apakah Ibu sudah mengetahui/memiliki informasi awal mengenai jenis residu pestisida apa saja yang akan menjadi target pengujian. Informasi ini akan membantu kami dalam proses penentuan metode pengujian sehingga pengujian akan menjadi lebih cepat.

2. Residu pestisida yang akan diujikan termasuk kedalam golongan apa?
Seperti kita ketahui pestisida yang ada sekarang dapat digolongkan kedalam beberapa kelompok, yaitu organoklorin, organoposfat, piretroid dan lain-lain. Residu pestisida yang akan Ibu ujikan kira-kira masuk kedalam kelompok yang mana? Informasi ini menjadi sangat penting karena akan mempengaruhi pada pemilihan metode pengujian, sehingga hasil pengujian nantinya akan sangat valid.

Untuk penentuan tarif pengujian juga sangat bergantung pada informasi diatas. Sehingga saya mohon informasi tersebut bisa saya peroleh secepatnya. Jika ada yang masih belum Ibu pahami silahkan menghubungi saya via email atau telepon.

Sekian penjelasan dari saya, terima kkasih.

Soekarno MP
Hp. 085311354243 / (0251) 8324048, 8327449
Email. soekarno17@yahoo.com
Indonesian Biotechnology Research Institute of Estate Crops
Jl. Taman Kencana No.1
Bogor 16151

agus safii     28 September 2014 13:17 | sleman, Yogya
minat bibit kelapa kopyor
Admin Comment:Admin comment:
Dear Bpk. Agus,

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas ketertarikannya terhadap bibit kelapa kopyor yang kami kembangkan. Sebelumnya izinkan saya menjelaskan tentang bibit kelapa kopyor yang kami kembangkan di BPBPI. Kelapa kopyor secara umum dapat ditemui secara alami dengan potensi kejadian sebesar 5-10% dari total buah kelapa yang dihasilkan dari kebun. Selama ini perbanyakan bibit kelapa kopyor yang dilakukan oleh penyedia bibit adalah dengan menyilangkan tanaman induk kelapa kopyor dengan kelapa biasa. Hasilnya adalah bibit kelapa kopyor dengan potensi buah kelapa kopyor 10-25% kelapa kopyor per tahun atau sekitar 5-10 butir buah kelapa kopyor per tahunnya dan sisanya adalah buah kelapa biasa. Oleh karena itu kami mengembangkan bibit kelapa kopyor secara kultur jaringan dengan potensi buah kopyor sebesar 100% atau setara dengan 85-100 butir buah kelapa kopyor per tahun.

Untuk jenis bibit kelapa kopyor yang kami kembangkan ada 2 jenis, yaitu kelapa kopyor genjah dan kelapa kopyor dalam. perbedaan keduanya adalah dari kecepatan pertumbuhan batang. Untuk kelapa kopyor genjah pertumbuhan batangnya sangat lambat sehingga tanaman lebih pendek (sekitar 1-1,5 meter saat panen pertama). Sementara kelapa kopyor dalam merupakan kelapa kopyor yang memiliki batang tinggi (sekitar 3-4 meter saat panen pertama).

Secara umum tidak ada persyaratan khusus untuk budidaya kelapa kopyor, dikarenakan tanaman ini dapat hidup di berbagai lokasi. Proses budidaya juga hampir mirip dengan kelapa sawit.

Untuk harganya saat ini bibit kelapa kopyor genjah dihargai sebesar Rp. 1 juta, dan bibit kelapa kopyor dalam dihargai Rp. 400 ribu. Untuk ketersediaan bibit Bapak tidak perlu khawatir karena bibit tersedia sepanjang waktu. Untuk pembelian tidak ada jumlah minimal. Untuk pengiriman kami menyarankan dilakukan lewat udara untuk mengurangi resiko bibit mati selama proses pengiriman.

Demikian informasi dari saya untuk informasi lebih lanjut Bapak bisa menghubungi saya lewat telepon atau email. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Komersialisasi BPBPI - Soekarno MP
Hp. 085311354243 / (0251) 8324048, 8327449
Indonesian Biotechnology Research Institute of Estate Crops
Jl. Taman Kencana No.1
Bogor 16151

andi anhar     27 September 2014 11:39 | Enrekang
Maaf saya sudah pesan promi sebanyak 100 kg 2 minggu yang lalu sampai sekarang barangnya belum sampai
Admin Comment:Admin comment:
Kpd Bpk Andi,

Telah kami cek ulang barang sudah terkirim ke alamat bapak Andi.

Terima kasih

irwan     18 September 2014 04:54 | SMK N 1 Gombong
Kami di Sekolah sudah membuat pupuk cair organik. Apabila kami bermaksud untuk menguji kandungan NPK dari pupuk tersebut, bagaimana prosedur dan biayanya, terima kasih.
Admin Comment:Admin comment:
Dear Pak Irwan,

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kepercayaannya kepada laboratorium kami. Saat ini laboratorium kami adalah salah satu laboratorium yang ditunjuk untuk pengujian pupuk organik dan pupuk anorganik. Untuk pengujian pupuk organik Bapak tinggal mengirimkan sampel pupuk organik ke laboratorium kami atau datang langsung ke laboratorium kami di Bogor.

Untuk diketahui jumlah sampel pupuk organik yang harus dibawa/dikirimkan adalah sebanyak 1 Kg. Agar sampel pupuk organik tersebut dapat segera dikerjakan maka Bapak diharuskan membayar uang muka terlebih dahulu sebesar 50% dari tarif yang ditetapkan. Adapun besarnya tarif pengujian untuk parameter N, P dan K adalah Rp 396.000 dengan waktu pengujian selama 2-3 minggu.

Demikian jawaban dari kami, jika ada pertanyaan lebih lanjut Bapak bisa menghubungi kami melalui email atau telepon. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih

Komersialisasi BPBPI


138
Entries in guestbook
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>