Data Buku Tamu

Sign guestbookSign guestbook:

Atep Khozin     21 November 2014 18:05 | Purwokerto
Selamat malam,,
maaf sebelumnya mau bertanya untuk periode Januari-Februari masih membuka Layanan Parktik Kerja Lapangan (PKL) ??? saya Atep Khozin Mahasiswa Teknik Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto bermaksud untuk Melaksanakan Praktik Kerja Lapangan di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) yang Bapak/ibu pimpin, untuk itu kami mohon informasi mengenai tata cara atau prosedur pengajuan izinnya. terimaksih
Admin Comment:Admin comment:
Dear Pak Atep,

Untuk layanan PKL, kami menerima sepanjang tahun. Untuk prosedur pengajuannya, Bapak bisa mengirimkan surat permohonan secara langsung dari Kampus tempat Pak Atep mengampuh pendidikan kepada Kepala Balai. Alamat bisa ditujukan kepada:

Kepala Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1 Bogor 16151
Telp. 0251-83249048, Fax. 0251-8328516

Surat permohonan Bapak selanjutnya akan dijawab langsung oleh bagian terkait. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Soekarno MP
Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
Email : soekarno17@yahoo.com
Hp : 085311354243

Wahidin     14 November 2014 23:51 | Bandung
Saya ingin mengetahui bagaimana perlakuan yang tepat untuk mengkulturkan tanaman karet:
1. suhu yang cocok untuk tanaman karet, baik suhu lingkungan dan suhu ruang kultur?
2. eksplan yang baik brasal dari tanaman bagian mana?
3. sop atau perlakuan karantina atau permudaan eksplan?
4. media kultur tanaman karet yang tepat?
5. Zpt (zat pengatur tumbuh) yang tepat?
6. tahapan sterilisasinya, bahan sterilisasi, waktu yang dibutuhkan setiap bahan yang digunakan serta dosis setiap bahan?
7. pemeliharaan hasil inisiasi atau inokulasi?
Trimakasih
Admin Comment:Admin comment:
Dear Pak Wahidin,

Sebelumnya saya mohon maaf sekali karena saya tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang Bapak sampaikan. Hal ini dikarenakan data terkait informasi yang Bapak butuhkan tersebut sangat banyak dan sangat tidak memungkinkan untuk saya posting disini.

Tapi secara umum yang bisa saya sampaikan adalah informasi yang Bapak butuhkan tersebut sangat memungkinkan untuk Bapak peroleh. Jika Bapak berkenan kami mengundang Bapak untuk berkunjung ke Balai kami dan berkonsultasi langsung dengan peneliti ahli terkait kultur jariingan karet.

Demikian informasi dari kami, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Soekarno MP
Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
Email : soekarno17@yahoo.com
Hp : 085311354243

Sulasman Supandi     06 November 2014 13:56 | Jl. Sawo No. 5 Jatibening Satu Pnd Gede Bekasi
Ass. Maaf mau tanya Pak, kalau jerami yg akan kita komposkan itu tidak ditutup dengan tanah tapi dengan plastik bisa ga yaah ? kebetulan sawahnya cukup dekat dengan rumah.Terima kasih. Wass.
Admin Comment:Admin comment:
Dear Pak Sulasman,

Untuk proses pembuatan kompos yang menggunakan produk bioaktivator dari BPBPI seperti Orgadec, Promi atau Acticomp, memang tidak harus ditutup atau dibenamkan di dalam tanah Pak, akan tetapi bisa juga menggunakan plastik terpal sebagai penutupnya. Tujuan penutupan tersebut adalah untuk membentuk suasana anaerob sehingga proses pengomposan dapat terjadi dengan cepat.

Demikian informasi dari saya, jika masih ada yang mau ditanyakan dapat menghubungi saya via email atau telepon.

Soekarno MP
Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
Email : soekarno17@yahoo.com
Hp : 085311354243

tengku sabrina     03 November 2014 05:07 | medan
need more information about price of analyse herbicide residue in plant and soil
Admin Comment:Admin comment:
Dear Ibu Sabrina,

Saat ini laboratorium Pengujian kami memang mengujikan pestisida baik itu formulasi pestisida maupun residu pestisida. Dikarenakan pengujian residu pestisida merupakan pengujian yang sangat spesifik, saya membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai sampel yang akan Ibu ujikan. Jika Ibu berkenan saya membutuhkan informasi berikut ini :

1. Apakah Ibu sudah memiliki target jenis residu pestisida yang akan diujikan?
Maksudnya adalah apakah Ibu sudah mengetahui/memiliki informasi awal mengenai jenis residu pestisida apa saja yang akan menjadi target pengujian. Informasi ini akan membantu kami dalam proses penentuan metode pengujian sehingga pengujian akan menjadi lebih cepat.

2. Residu pestisida yang akan diujikan termasuk kedalam golongan apa?
Seperti kita ketahui pestisida yang ada sekarang dapat digolongkan kedalam beberapa kelompok, yaitu organoklorin, organoposfat, piretroid dan lain-lain. Residu pestisida yang akan Ibu ujikan kira-kira masuk kedalam kelompok yang mana? Informasi ini menjadi sangat penting karena akan mempengaruhi pada pemilihan metode pengujian, sehingga hasil pengujian nantinya akan sangat valid.

Untuk penentuan tarif pengujian juga sangat bergantung pada informasi diatas. Sehingga saya mohon informasi tersebut bisa saya peroleh secepatnya. Jika ada yang masih belum Ibu pahami silahkan menghubungi saya via email atau telepon.

Sekian penjelasan dari saya, terima kkasih.

Soekarno MP
Hp. 085311354243 / (0251) 8324048, 8327449
Email. soekarno17@yahoo.com
Indonesian Biotechnology Research Institute of Estate Crops
Jl. Taman Kencana No.1
Bogor 16151

agus safii     28 September 2014 13:17 | sleman, Yogya
minat bibit kelapa kopyor
Admin Comment:Admin comment:
Dear Bpk. Agus,

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas ketertarikannya terhadap bibit kelapa kopyor yang kami kembangkan. Sebelumnya izinkan saya menjelaskan tentang bibit kelapa kopyor yang kami kembangkan di BPBPI. Kelapa kopyor secara umum dapat ditemui secara alami dengan potensi kejadian sebesar 5-10% dari total buah kelapa yang dihasilkan dari kebun. Selama ini perbanyakan bibit kelapa kopyor yang dilakukan oleh penyedia bibit adalah dengan menyilangkan tanaman induk kelapa kopyor dengan kelapa biasa. Hasilnya adalah bibit kelapa kopyor dengan potensi buah kelapa kopyor 10-25% kelapa kopyor per tahun atau sekitar 5-10 butir buah kelapa kopyor per tahunnya dan sisanya adalah buah kelapa biasa. Oleh karena itu kami mengembangkan bibit kelapa kopyor secara kultur jaringan dengan potensi buah kopyor sebesar 100% atau setara dengan 85-100 butir buah kelapa kopyor per tahun.

Untuk jenis bibit kelapa kopyor yang kami kembangkan ada 2 jenis, yaitu kelapa kopyor genjah dan kelapa kopyor dalam. perbedaan keduanya adalah dari kecepatan pertumbuhan batang. Untuk kelapa kopyor genjah pertumbuhan batangnya sangat lambat sehingga tanaman lebih pendek (sekitar 1-1,5 meter saat panen pertama). Sementara kelapa kopyor dalam merupakan kelapa kopyor yang memiliki batang tinggi (sekitar 3-4 meter saat panen pertama).

Secara umum tidak ada persyaratan khusus untuk budidaya kelapa kopyor, dikarenakan tanaman ini dapat hidup di berbagai lokasi. Proses budidaya juga hampir mirip dengan kelapa sawit.

Untuk harganya saat ini bibit kelapa kopyor genjah dihargai sebesar Rp. 1 juta, dan bibit kelapa kopyor dalam dihargai Rp. 400 ribu. Untuk ketersediaan bibit Bapak tidak perlu khawatir karena bibit tersedia sepanjang waktu. Untuk pembelian tidak ada jumlah minimal. Untuk pengiriman kami menyarankan dilakukan lewat udara untuk mengurangi resiko bibit mati selama proses pengiriman.

Demikian informasi dari saya untuk informasi lebih lanjut Bapak bisa menghubungi saya lewat telepon atau email. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Komersialisasi BPBPI - Soekarno MP
Hp. 085311354243 / (0251) 8324048, 8327449
Indonesian Biotechnology Research Institute of Estate Crops
Jl. Taman Kencana No.1
Bogor 16151


140
Entries in guestbook
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>