Produk

Humac (padat/cair)

Nama Produk
:
Humac
Peneliti
:
Dr. Siswanto DEA







Dengan gencarnya percepatan penambahan luas areal kebun kelapa sawit, maka lahan yang tersedia untuk pengembangan budidaya kelapa sawit di Indonesia saat ini sebagian besar memiliki sifat fisik dan kimia rendah seperti tanah rawa, lahan gambut, tanah berpasir, dan lahan reklamasi bekas tambang.

Aplikasi humat di perkebunan kelapa sawit atau karet akan menyebabkan partikel tanah diselimuti humat sehingga dapat mengikat unsur hara makro dan mikro. Unsur ini menjadi tersedia dan mudah diserap oleh akar tanaman.

Kegunaan :
Mengurangi penggunaan pupuk anorganik, mengkelat unsur hara makro & mikro. Mempercepat perkecambahan, perakaran, dan daun berwarna lebih hijau tua, mengurangi pengaruh stress kekeringan, keracuan Al, meningkatkan metabolisme sel, memiliki sifat sebagai Antioksidan dan antimikrobial. Asam humat yang dicampurkan dalam larutan pestisida dapat meningkatkan efektifitasnya sehingga mengurangi banyaknya pestisida yang digunakan.
Aplikasi Humac
Keunggulan :
Humac mampu memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah secara cepat serta mengurangi dosis pemupukan.
Potensi :
Penggunaan Humac dan dosis NPK 50% dari anjuran dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman.
 

Hamago

Nama Produk
:
Hamago
Paten
:
-
Sertifikat merk
:
-
Peneliti
:
Dr. Tri Panji
Dr. Darmono Taniwiryono, MSc
Hamago merupakan bio-repellant atau pengusir serangga berbasis bahan alami.

Kegunaan :
Hamago dengan bahan aktif alami, bukan sintetik, efektif untuk pengusir hama pada semua jenis buah yang tidak dimakan kulitnya, seperti kakao, jeruk, mangga, apel, tetapi tidak disarankan untuk buah yang dikonsumsi kulitnya seperti tomat, anggur, strawberry, dan lain-lain.

Keunggulan :
Hamago menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan dan aman bagi manusia maupun binatang ternak. Hamago dilengkapi dengan biosticker alami yang membuat bahan aktif melekat lebih lama pada buah yang disemprot, serta tidak mudah tercuci oleh air hujan. Dengan demikian, frekuensi pemakaian Hamago menjadi jauh lebih rendah dibandingkan produk repellant lainnya.

Potensi :
Hamago efektif mengusir hama Helopelthis dan serangga PBK, Penggerek Buah Kakao pada buah kakao, lalat buah pada jeruk, mangga, dan serangga lain pada buah yang tidak dimakan kulitnya.

Cara Aplikasi :
• Encerkan Hamago 5-10 kali volume dengan air bersih, kemudian semprotkan dengan alat semprot (sprayer) ke buah yang akan dilindungi. Penyemprotan agar dilakukan pada saat cuaca cerah atau paling tidak ada tenggang waktu satu jam sebelum turun hujan agar biosticker dapat bekerja optimal.
• Jangan menyemprot melawan angin, agar Hamago tidak terkena ke badan penyemprot

Output/Manfaat Aplikasi Hamago :
• Hamago menggunakan bahan aktif alami yang aman dibandingkan pestisida sintetik
• Buah menjadi sehat, tidak terserang oleh seranga pengganggu.
• Frekuensi penyemprotan pestisida lebih sedikit karena adanya bahan perekat biosticker yang membuat bahan aktif bertahan lebih lama.

 

Ganokit

Nama Produk
:
GANO-KIT PROTOTYPE 4.1
Peneliti
:
Ir. Suharyanto, MSi

Dr Darmono Taniwiryono, MSc

Deden Dewantara Eris, SP
Haryo Tejo Prakoso, SSi
Penyakit busuk pangkal batang merupakan penyakit mematikan (deadly disease) yang sulit ditanggulangi pada tanaman kelapa sawit karena gejala dini serangan sulit diketahui.
Kegunaan :
Gano-Kit prototype 4.1 merupakan perangkat diagnosis berbasis serologi untuk mendeteksi secara dini infeksi Ganoderma sp. penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit, baik pada tanaman bibit, tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Perangkat Gano-Kit dapat mendeteksi dini Ganoderma sp. secara akurat, cepat dan relatif murah serta mudah digunakan. Perangkat diagnosis ini adalah yang pertama kali di Indonesia.
Aplikasi Ganokit
Keunggulan :
Gano-kit prototype 4.1 dapat digunakan secara efektif untuk 1) upaya monitoring atau sensus tanaman terserang di lapang dengan hasil yang lebih tepat sebelum gejala dan tanda penyakit terlihat secara visual, 2) upaya sertifikasi bibit kelapa sawit bebas Ganoderma sp., 3) upaya penekanan kerugian produksi akibat Ganoderma sp. Keunggulan Gano-kit prototype 4.1 dapat digunakan secara cepat, sederhana dan murah, dapat digunakan langsung di lapang tanpa menggunakan peralatan laboratorium, dapat digunakan pada bibit sawit berumur 4 bulan sampai tanaman dewasa berumur 15 tahun.
Akurat : mampu mengenali secara spesifik material antigenik Ganoderma sp. yang menginfeksi tanaman kelapa sawit, sehingga patogen sekunder tidak akan terdeteksi dalam Gano-kit prototype 4.1
Cepat :hanya dibutuhkan waktu 5 jam dengan 3 jam waktu menunggu untuk mengetahui hasil deteksi tanpa membutuhkan peralatan laboratorium
Efisien dan mudah :
biaya yang dikeluarkan untuk mendeteksi satu tanaman kelapa sawit hanya Rp. 25.000. Aplikasi Gano-kit prototype 4.1 dapat dilakukan oleh petugas lapang karena mudah dilaksanakan

Potensi :
Potensi aplikasi Gano-kit prototype 4.1 sangat luas yaitu untuk monitoring penyebaran penyakit BPB kelapa sawit yang luasnya mencapai 3.500.000 hektar dan tersebar di 17 Provinsi serta untuk sertifikasi benih sawit yang mencapai 70.000.000 benih per tahun.

Cara Aplikasi :
Gano-kit prototype 4.1 terdiri dari kertas uji untuk 20 tanaman dengan tiga kali ulangan, larutan buffer-buffer, antibodi, dan konjugat, serta pewarna indikator. Cara kerja Gano-kit prototype 4.1 yaitu menyiapkan sampel tanaman (2-3 g) dari pangkal batang , meneteskan sampel yang sudah diekstraksi pada kertas uji, antigen yang terserap pada kertas kemudian dikenali antibodi dan membentuk ikatan dengan bantuan konjugat, lalu pewarna indikator akan mewarnai ikatan ini sehingga muncul bercak merah kehitaman pada kertas uji. Tingkatan warna tersebut sangat dipengaruhi oleh keberadaan Ganoderma sp. yang berada di tanaman uji. Warna semakin pudar apabila Ganoderma sp. masih dalam tahap permulaan menginfeksi tanaman (infeksi dini), begitu pula sebaliknya. Lama waktu yang diperlukan dalam pengerjaan Gano-kit prototype 4.1 adalah lima jam dengan tiga jam waktu menunggu. Output/Manfaat penggunaan Gano-kit

 

Acticomp

Nama Produk
:
Acticomp
Peneliti
:
Dr. Siswanto, DEA

Dr. Happy Widiastuti

Ir. Suharyanto, MS
Isroi, MSi
Acticomp adalah produk BPBPI yang diformulasikan sebagai pendegradasi lignin dan seluloasa tinggi yang di perkaya dengan mikroba Trichoderma harzianum (perangsang pertumbuhan tanaman), Aspergillus Sp (pelarut phosphate) dan PGR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria).
Kegunaan :
Sebagai dekomposer dan pengkaya kompos
Aplikasi Acticomp skala lapang
Keunggulan :
Merangsang pertumbuhan tanaman, biaya aplikasi murah (penambahan biaya per kg kompos Rp 50,-), meningkatkan efisiensi penyerapan hara, dan mengurangi pemakaian pupuk kimia.
Potensi :
Penggunaan acticomp 0.5 kg/ton bahan baku, tanpa pembalikan dan penyiraman dengan investasi murah.
 

Kelapa Kopyor

Pada tahun 2013, Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, PT Riset Perkebunan Nusantara menargetkan pengembangan bibit kelapa kopyor sebanyak 10.000 bibit/tahun melalui teknik kultur jaringan.

Kami menawarkan kepada semua pihak yang berkecimpung di dalam bidang usaha makanan, minuman, atau resto untuk dapat memanfaatkan daging buah kopyor .

Saat ini ketersediaan stok daging buah kopyor di tempat kami cukup banyak. Rata-rata kami dapat menyiapkan 600 kg daging buah kopyor setiap bulan. Daging buah tersebut kami kemas dalam kemasan 250 g. Dalam kondisi beku, daging buah kopyor akan tahan selama 3-4 bulan.

Peminat dapat menghubungi

Sdr Wibik Gandamanah No HP : 081281786492

Sdr Ridwan No HP : 081905500561

 
More Articles...