Pelatihan

Workshop Genome Editing dan Bioinformatika untuk Mendukung Riset Pertanian dan Kesehatan

Sejak ditemukan pada tahun 80-an, rekayasa genetika terus mengalami perkembangan seiring perubahan teknik-teknik bioteknologi modern. Dalam beberapa tahun terakhir, konsep cisgenesis telah berkembang menjadi alternatif dari transgenesis yang acap kali menimbulkan kontroversi pada masyarakat. Bioteknologi tanaman memasuki tahap baru dimana metode mutagenesis acak tengah digantikan oleh teknik genome editing sebagai salah satu tool cisgenesis yang memungkinkan manipulasi tepat dari urutan genom tertentu. Sistem CRISPR/Cas9 dari genome editing tengah menjadi “anak emas” dalam dunia transformasi genetik. Di sisi lain, bioinformatika hadir sebagai perangkat pelengkap untuk meningkatkan tingkat keberhasilan dan akurasi dari genome editing. Saat ini, kedua teknik tersebut disinyalir merupakan kombinasi yang kuat dalam mendukung riset pertanian dan kesehatan untuk pemuliaan presisi, perakitan varietas tanaman unggul dan drug design.

Sebagai institusi riset, PPBBI senantiasa meningkatkan kapasitas peneliti dalam mempelajari dan mengaplikasikan teknik-teknik biologi molekuler dan bioinformatika terkini. Di sisi lain, PPBBI merasa perlu untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Sehubungan dengan hal tersebut, PPBBI akan menyelenggarakan workshop dengan topik “Genome editing dan bioinformatika untuk mendukung riset pertanian dan kesehatan” pada tanggal 11-13 Oktober 2016. Dalam kegiatan ini akan disampaikan materi berupa teori dan demo praktek yang dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan peserta pada teknik genome editing dan bioinformatika terkait. Workshop akan dilaksanakan di Kampus Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, Jl. Taman Kencana No. 1, Bogor 16128.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Workshop Perbanyakan Klonal Tanaman Perkebunan melalui Teknologi Somatic Embryogenesis (SE)

Pembangunan perkebunan di Indonesia meningkat pesat dalam dua dekade terakhir. Saat ini Indonesia termasuk negara produsen utama dunia untuk beberapa komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, dan tebu. Namun, produktivitas tanaman perkebunan di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya penggunaan benih unggul.

Kebutuhan benih unggul tanaman perkebunan di Indonesia mencapai ratusan juta per tahun. Penyediaan benih unggul skala massal tersebut dapat dilakukan dengan kultur jaringan, yang salah satunya melalui somatic embryogenesis (SE). Dengan SE memungkinkan proses produksinya diotomatisasi dan discale-up, laju multiplikasi lebih tinggi, perbanyakan klonal tanaman monokotil, serta bibit yang dihasilkan mempunyai akar tunggang sehingga lebih kokoh dan tahan kekeringan. Selain untuk tujuan perbanyakan tanaman, SE pun bermanfaat dalam pemuliaan tanaman in vitro melalui transformasi genetik, rejuvenasi bahan tanam, penyediaan bibit bebas-penyakit, dan konservasi plasma nutfah tanaman secara in vitro.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) memiliki kemampuan dan pengalaman panjang dalam pengembangan kultur jaringan beberapa tanaman perkebunan melalui SE. Saat ini, puluhan juta benih unggul tanaman perkebunan telah dihasilkan melalui SE dan ditanam di berbagai daerah.

Workshop yang akan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia pada tanggal 26-28 Juli 2016 bertujuan untuk memberikan pengetahuan, informasi dan pengalaman mengenai teknik perbanyakan klonal tanaman perkebunan melalui somatic embryogenesis (SE) dan pemanfaatan bibit hasil SE di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Workshop : Semangat Baru Kopi Nusantara Sebagai Benchmark Dunia. Kita Bisa!

Kopi merupakan minuman penyegar yang diminum tidak hanya untuk menghilangkan haus ataupun memperoleh zat gizi tertentu, tetapi utamanya adalah untuk memperoleh kesenangan atau kenikmatan. Oleh sebab itu, faktor terpenting dari minuman tersebut adalah mutu citarasanya. Berbagai coffee shop transnasional maupun lokal tumbuh dengan pesat di berbagai kota di Indonesia akhir-akhir ini. Sebagai contoh, sebuah perusahaan swasta nasional tahun 2015 ini menginvestasikan Rp 400 milyar untuk mengembangkan coffee shop. Kopi dengan citarasa tinggi saat ini sudah menjadi bagian gaya hidup dan sosialita kaum remaja dan profesional muda. Berbagai varian penambah rasa kopi juga berkembang pesat seperti “Espresso”, “Cappucinno”, “Mocacinno” dll sehingga jumlah penikmat kopi bertambah luas. Terkait dengan hal tersebut produsen kopi perlu melakukan best practice teratur untuk mendapatkan kualitas dan mutu citarasa terbaik.

Bahan baku bermutu baik tidak menjamin citarasa kopi yang dihasilkan juga akan baik bila pengolahan tidak dilakukan dengan cara yang benar. Penambahan starter mikroba untuk fermentasi (CiragiTm) dapat meningkatkan total skor citarasa. Keuntungan lainnya adalah dapat menghilangkan karakter astringent, rubbery, rather chemical, dark chocolaty, spicy, herbal yang tidak disukai. Karakter rasa tertentu yang disukai konsumen seperti acidity, fragrance, sweet corn, lemony, dan jasmine dapat muncul pada kopi hasil fermentasi dengan CiragiTm. Saat ini juga trend bisnis coffee shop ataupun rumah kopi tengah merebak di berbagai wilayah Indonesia. Untuk memenuhi kepuasan konsumen, trader kopi, pimpinan dinas terkait, pekebun kopi dan manager kebun kopi perlu mengetahui cara meningkatkan kualitas dan citarasa kopi serta mengetahui adanya apresiasi dan manfaat citarasa tinggi kopi. Bagi para praktisi industri kopi dan peracik café perlu mengetahui kualitas citarasa kopi sehingga dapat memilih dengan tepat jenis kopi yang sesuai dengan trend selera konsumen dan pasar saat ini.

Workshop yang akan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia pada tanggal 26-28 April 2016 bertujuan memberikan pengetahuan praktis dan keterampilan teknis dalam produksi kopi bercitarasa tinggi dengan pendekatan bioteknologi.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Workshop Teknik Biomolekuler Terkini untuk Mendukung Riset pada Bidang Pertanian dan Kesehatan

Sejak ditemukannya struktur DNA pada tahun 1950-an, teknik biologi molekuler telah berkembang pesat. Saat ini, aplikasi teknologi tersebut telah dirasakan manfaatnya pada berbagai bidang, baik untuk pemuliaan tanaman pada bidang pertanian hingga drug discovery pada bidang kesehatan. Riset terkait biologi molekuler kini memasuki tahapan baru. Teknik genome editing yang sekarang mulai banyak dikembangkan memungkinkan manipulasi genetik secara tepat pada sekuen genom spesifik sehingga dapat menggantikan teknik mutagenesis yang terjadi secara acak. Di sisi lain, identifikasi gen-gen terkait sifat unggul pada organisme target kini tidak lagi dilakukan secara monogenik melainkan plurigenik. Analisis transkriptomik dengan menggunakan teknik RNA sequencing telah diketahui mampu mengidentifikasi kluster gen yang terkait sifat-sifat unggul. Metode analisis high debit tersebut berkembang cepat karena dukungan kemajuan teknologi informasi di bidang biologi yang dikenal sebagai bioinformatika. Pada masa sekarang ini, riset pada bidang biologi molekuler tidak mungkin dipisahkan dari teknik bioinformatika. Untuk itu peningkatan pengetahuan, skill dan keterampilan para pelaku riset di biologi molekuler dan bioinformatika harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Sebagai institusi riset, PPBBI senantiasa meningkatkan kapasitas peneliti dalam mempelajari dan mengaplikasikan teknik-teknik biologi molekuler dan bioinformatika terkini. Di sisi lain, PPBBI merasa perlu untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Sehubungan dengan hal tersebut, PPBBI akan menyelenggarakan workshop dengan topik “Teknik biologi molekuler terkini untuk mendukung riset pada bidang pertanian dan kesehatan”. Dalam kegiatan ini akan disampaikan materi berupa teori dan demo praktek yang dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan peserta di bidang biologi molekuler.

Workshop yang akan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia pada tanggal 1-3 Desember 2015 bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan peserta tentang teknik-teknik biologi molekuler terkini khususnya RNA sequencing dan Genome Editing; Membekali peserta dengan teknik bioinformatika untuk mendukung riset di bidang biologi molekuler; Menjalin jejaring dan kerjasama antar instansi peserta dengan PPBBI dalam aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Pelatihan Teknik pengendalian penyakit jamur akar putih (JAP) dan kekeringan alur sadap (KAS) pada tanaman karet

Karet mempunyai arti penting dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia. Komoditas ini berperan sebagai komoditi penghasil devisa negara, penyedia lapangan kerja bagi penduduk dan sumber penghasilan bagi petani karet. Budidaya tanaman karet selama ini terkendala penyakit jamur akar putih yang disebabkan jamur Rigidoporus lignosus dan mengakibatkan kematian pada tanaman karet muda, tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Penyebaran penyakit ini di perkebunan karet sangat cepat karena dapat melalui kontak akar dengan tanaman di sekitarnya.

Selain karena serangan patogen, produktivitas tanaman karet merosot tajam akibat adanya penyakit kekeringan alur sadap (KAS) atau brown bast yang menyebabkan kerugian 12-20% dari produksi karet tahunan. Kekeringan alur sadap merupakan gangguan fisiologis pada tanaman karet sehingga alur sadapnya kering dan tidak mengalirkan lateks apabila disadap. Kerugian yang diakibatkan oleh KAS di perkebunan karet di Indonesia diperkirakan lebih dari Rp 2,8 triliun/tahun. Permasalahan tersebut merupakan salah satu penyebab produktivitas tanaman karet Indonesia lebih rendah dibanding negara produsen karet lainnya, seperi Thailand dan Malaysia, yaitu hanya 0,8 ton/ha sedangkan Thailand 1,5 ton/ha.

Sebagai institusi riset dan pengembangan perkebunan, Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) telah lama mengembangkan metode penanggulangan jamur akar putih (JAP) dan KAS pada karet dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukan dengan penggunaan agensia hayati dan bahan organik yang mudah diaplikasikan dan terjangkau oleh para pekebun.

Pelatihan yang akan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia pada tanggal 28-29 Oktober 2015 merupakan salah satu upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai cara penanggulangan yang efektif terhadap jamur akar putih (JAP) dan kekeringan alur sadap (KAS) sehingga dapat mengembalikan produktifitas tanaman karet.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 
More Articles...