Pelatihan

Workshop Replanting Kelapa Sawit di lahan Endemik Ganoderma : Success story di PTP Nusantara IV

Penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan Ganoderma sp. merupakan penyakit utama pada perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Ganoderma sp. merupakan patogen tular tanah yang sulit dikendalikan karena mempunyai beberapa karakteristik seperti kemampuannya membentuk badan pertahanan dan menyebar. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pada tingkat keparahan serangan Ganoderma sp. tertentu atau jumlah pokok tertentu, maka replanting merupakan pilihan yang harus dilakukan bagi pekebun.
Secara umum lahan endemik Ganoderma merupakan lahan yang tergolong tidak sehat karena mengalami cekaman biotik. Oleh karena itu perlakuan khusus perlu dilakukan untuk mengembalikan kesehatan lahan sehingga penanaman kembali (replanting) tanaman kelapa sawit mencapai keberhasilan. Penyehatan lahan dapat dilakukan melalui perbaikan karakteristik biologi tanah atau mengembalikan sifat biologinya.
Teknik replanting di lahan endemik Ganoderma harus dimulai dari saat persiapan lahan dan pengolahan tanah, penyediaan bibit bebas Ganoderma, dan pemeliharaan kesehatan tanaman termasuk monitoring infeksi Ganoderma, peningkatan kebugaran dan imunitas tanaman. Keseluruhan kegiatan ini merupakan satu paket yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal untuk pencegahan terjadinya infeksi Ganoderma di lahan endemik.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan menyelenggarakan Workshop “Replanting Kelapa Sawit di lahan Endemik Ganoderma : Success story di PTP Nusantara IV”. Workshop ini bertujuan untuk Memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam penanganan lahan endemik Ganoderma sp. serta mempersiapkan SDM lapang untuk penanganan lahan endemik dan tanaman terserang Ganoderma sp. Workshop akan dilaksanakan di Medan pada bulan 11 - 13 Juli 2017.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

Facebook Twitter

 

Workshop Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Industri Kelapa Sawit dengan Pendekatan Bioteknologi menuju Zero Waste Industry

Industri kelapa sawit nasional menjadi andalan dan motor penggerak perekonomian nasional. Nilai ekspor minyak sawit sepanjang 2015 mencapai USD 18,64 milyar dan berperan besar dalam menyelamatkan neraca perdagangan Indonesia. Jumlah tersebut diharapkan terus meningkat untuk mendorong peningkatan nilai ekspor Indonesia. Tuntutan untuk meningkatkan produksi minyak sawit tersebut berimplikasi pada peningkatan volume limbah pabrik kelapa sawit yang dihasilkan. Permasalahan limbah ini sering menjadi ganjalan bagi para pengelola industri kelapa sawit, selain itu limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) juga dituding sebagai penghasil gas metana terbesar kedua, yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Di sisi lain LCPKS berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi yang cukup tinggi. Penanganan limbah dengan metode 4R (Reuse, Recycle, Reduction, Recovery) menuju zero waste industry merupakan solusi permasalahan tersebut.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan menyelenggarakan Workshop “Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Industri Kelapa Sawit dengan Pendekatan Bioteknologi menuju Zero Waste Industry” yang menawarkan teknologi pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit menjadi produk bernilai ekonomi tinggi menuju zero waste industry, sehingga menjadikan limbah yang tadinya cost center menjadi profit center. Workshop akan diselenggarakan pada tanggal 25-26 Oktober 2016 di Kampus Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, Jl. Taman Kencana No. 1, Bogor 16128.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Workshop Genome Editing dan Bioinformatika untuk Mendukung Riset Pertanian dan Kesehatan

Sejak ditemukan pada tahun 80-an, rekayasa genetika terus mengalami perkembangan seiring perubahan teknik-teknik bioteknologi modern. Dalam beberapa tahun terakhir, konsep cisgenesis telah berkembang menjadi alternatif dari transgenesis yang acap kali menimbulkan kontroversi pada masyarakat. Bioteknologi tanaman memasuki tahap baru dimana metode mutagenesis acak tengah digantikan oleh teknik genome editing sebagai salah satu tool cisgenesis yang memungkinkan manipulasi tepat dari urutan genom tertentu. Sistem CRISPR/Cas9 dari genome editing tengah menjadi “anak emas” dalam dunia transformasi genetik. Di sisi lain, bioinformatika hadir sebagai perangkat pelengkap untuk meningkatkan tingkat keberhasilan dan akurasi dari genome editing. Saat ini, kedua teknik tersebut disinyalir merupakan kombinasi yang kuat dalam mendukung riset pertanian dan kesehatan untuk pemuliaan presisi, perakitan varietas tanaman unggul dan drug design.

Sebagai institusi riset, PPBBI senantiasa meningkatkan kapasitas peneliti dalam mempelajari dan mengaplikasikan teknik-teknik biologi molekuler dan bioinformatika terkini. Di sisi lain, PPBBI merasa perlu untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Sehubungan dengan hal tersebut, PPBBI akan menyelenggarakan workshop dengan topik “Genome editing dan bioinformatika untuk mendukung riset pertanian dan kesehatan” pada tanggal 11-13 Oktober 2016. Dalam kegiatan ini akan disampaikan materi berupa teori dan demo praktek yang dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan peserta pada teknik genome editing dan bioinformatika terkait. Workshop akan dilaksanakan di Kampus Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, Jl. Taman Kencana No. 1, Bogor 16128.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Workshop Perbanyakan Klonal Tanaman Perkebunan melalui Teknologi Somatic Embryogenesis (SE)

Pembangunan perkebunan di Indonesia meningkat pesat dalam dua dekade terakhir. Saat ini Indonesia termasuk negara produsen utama dunia untuk beberapa komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, dan tebu. Namun, produktivitas tanaman perkebunan di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya penggunaan benih unggul.

Kebutuhan benih unggul tanaman perkebunan di Indonesia mencapai ratusan juta per tahun. Penyediaan benih unggul skala massal tersebut dapat dilakukan dengan kultur jaringan, yang salah satunya melalui somatic embryogenesis (SE). Dengan SE memungkinkan proses produksinya diotomatisasi dan discale-up, laju multiplikasi lebih tinggi, perbanyakan klonal tanaman monokotil, serta bibit yang dihasilkan mempunyai akar tunggang sehingga lebih kokoh dan tahan kekeringan. Selain untuk tujuan perbanyakan tanaman, SE pun bermanfaat dalam pemuliaan tanaman in vitro melalui transformasi genetik, rejuvenasi bahan tanam, penyediaan bibit bebas-penyakit, dan konservasi plasma nutfah tanaman secara in vitro.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) memiliki kemampuan dan pengalaman panjang dalam pengembangan kultur jaringan beberapa tanaman perkebunan melalui SE. Saat ini, puluhan juta benih unggul tanaman perkebunan telah dihasilkan melalui SE dan ditanam di berbagai daerah.

Workshop yang akan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia pada tanggal 26-28 Juli 2016 bertujuan untuk memberikan pengetahuan, informasi dan pengalaman mengenai teknik perbanyakan klonal tanaman perkebunan melalui somatic embryogenesis (SE) dan pemanfaatan bibit hasil SE di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Workshop : Semangat Baru Kopi Nusantara Sebagai Benchmark Dunia. Kita Bisa!

Kopi merupakan minuman penyegar yang diminum tidak hanya untuk menghilangkan haus ataupun memperoleh zat gizi tertentu, tetapi utamanya adalah untuk memperoleh kesenangan atau kenikmatan. Oleh sebab itu, faktor terpenting dari minuman tersebut adalah mutu citarasanya. Berbagai coffee shop transnasional maupun lokal tumbuh dengan pesat di berbagai kota di Indonesia akhir-akhir ini. Sebagai contoh, sebuah perusahaan swasta nasional tahun 2015 ini menginvestasikan Rp 400 milyar untuk mengembangkan coffee shop. Kopi dengan citarasa tinggi saat ini sudah menjadi bagian gaya hidup dan sosialita kaum remaja dan profesional muda. Berbagai varian penambah rasa kopi juga berkembang pesat seperti “Espresso”, “Cappucinno”, “Mocacinno” dll sehingga jumlah penikmat kopi bertambah luas. Terkait dengan hal tersebut produsen kopi perlu melakukan best practice teratur untuk mendapatkan kualitas dan mutu citarasa terbaik.

Bahan baku bermutu baik tidak menjamin citarasa kopi yang dihasilkan juga akan baik bila pengolahan tidak dilakukan dengan cara yang benar. Penambahan starter mikroba untuk fermentasi (CiragiTm) dapat meningkatkan total skor citarasa. Keuntungan lainnya adalah dapat menghilangkan karakter astringent, rubbery, rather chemical, dark chocolaty, spicy, herbal yang tidak disukai. Karakter rasa tertentu yang disukai konsumen seperti acidity, fragrance, sweet corn, lemony, dan jasmine dapat muncul pada kopi hasil fermentasi dengan CiragiTm. Saat ini juga trend bisnis coffee shop ataupun rumah kopi tengah merebak di berbagai wilayah Indonesia. Untuk memenuhi kepuasan konsumen, trader kopi, pimpinan dinas terkait, pekebun kopi dan manager kebun kopi perlu mengetahui cara meningkatkan kualitas dan citarasa kopi serta mengetahui adanya apresiasi dan manfaat citarasa tinggi kopi. Bagi para praktisi industri kopi dan peracik café perlu mengetahui kualitas citarasa kopi sehingga dapat memilih dengan tepat jenis kopi yang sesuai dengan trend selera konsumen dan pasar saat ini.

Workshop yang akan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia pada tanggal 26-28 April 2016 bertujuan memberikan pengetahuan praktis dan keterampilan teknis dalam produksi kopi bercitarasa tinggi dengan pendekatan bioteknologi.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 
More Articles...