Pelatihan

Pelatihan Pemanfaatan dan Pembuatan Pestisida Organik untuk Mendukung Agro-Industri yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Back to nature ataupun pertanian organik (green agriculture), akan menjadi tren dunia dalam industri pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan kekayaan hayati yang besar dan beragam, Indonesia memiliki potensi besar mentransformasikan keunggulan komparatif sumberdaya alam tersebut menjadi produk yang unggul di pasar global, baik domestik maupun internasional. Untuk itu diperlukan implementasi hasil riset .

Peningkatan produktivitas pertanian merupakan suatu keniscayaan tanpa dukungan inovasi yang berkembang sesuai kondisi zaman. Demikian juga kebutuhan agrokimia (agrochemicals) seperti pupuk dan pestisida, memerlukan inovasi seiring dengan perkembangan lingkungan yang semakin kompleks. Kesadaran akan semakin menipisnya cadangan minyak dunia yang merupakan bahan baku tak terbarukan (unrenewable) dari agrokimia tersebut, telah mendorong upaya beralih ke bahan baku yang terbarukan. Termasuk dalam upaya ini adalah peralihan dari pestisida sintetik ke pestisida organik atau pestisida alami (natural) yang bahan bakunya berasal dari makhluk hidup (tanaman, mikroba ataupun hewan). Selain terbarukan, keunggulan dari pestisida organik ini, adalah ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia. Terlebih untuk pestisida organik yang bahan bakunya berasal dari rempah-rempah yang banyak digunakan dalam industri kuliner khas Indonesia, jelas tidak berdampak negatif terhadap kesehatan manusia.

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) akan mengadakan pelatihan "Pemanfaatan dan Pembuatan Pestisida Organik untuk Mendukung Agro-Industri yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan". Pelatihan selama dua hari yang berlangsung pada bulan September 2014 bertujuan untuk Menambah bekal pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan kepada peserta pelatihan tentang pembuatan dan potensi efektivitas (efikasi) pestisida organik, baik pestida hayati maupun pestisida nabati. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

 

Pelatihan Kultur Jaringan Tanaman Perkebunan

Latar Belakang

Pembangunan perkebunan di Indonesia meningkat pesat dalam satu dekade terakhir. Indonesia termasuk negara produsen utama dunia beberapa komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, dan tebu. Namun, produktivitas tanaman perkebunan di Indonesia masih kalah dibandingkan negara-negara lain. Salah satu faktor penyebabnya adalah penggunaan benih unggul yang masih rendah.

Kebutuhan bibit tanaman perkebunan di Indonesia mencapai ratusan juta bibit per tahun. Peran penting kultur jaringan adalah menyediakan bibit unggul klonal yang seragam dalam jumlah besar secara cepat. Kultur jaringan tanaman perkebunan telah berhasil dilakukan, walaupun untuk beberapa tanaman tertentu masih menghadapi kendala. Saat ini, puluhan juta benih unggul tanaman perkebunan telah dihasilkan melalui kultur jaringan.

Di samping untuk tujuan perbanyakan tanaman, kultur jaringan juga berperan dalam transformasi genetik untuk tujuan pemuliaan tanaman, memperoleh bibit tanaman bebas penyakit, memproduksi senyawa sekunder, dan konservasi plasma nutfah secara in vitro.

Tujuan

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan kultur jaringan pada tanaman perkebunan.

Pelatihan "Kultur Jaringan Tanaman Perkebunan" diadakan selama lima hari yang berlangsung pada tanggal 19 - 23 Mei 2014. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet
 

Workshop Aplikasi Teknik Bioinformatika untuk Riset Bioteknologi Modern Dalam Bidang Pertanian

Bioinformatika merupakan penerapan ilmu komputasi & informatika untuk memahami mekanisme/cara kerja mahluk hidup pada tingkat molekuler. Pesatnya informasi dari kemajuan bioteknologi seperti data sekuen DNA dari proyek genom, data sekuen dan struktur protein sampai kepada data transkripsi RNA dari teknologi DNA chip, sangat membutuhkan teknik bioinformatika yang digunakan untuk menyimpan, mengorganisasi dan menganalisa data-data tersebut menjadi sebuah informasi biologis yang bermakna. Bermacam database telah dibuat dan banyak perangkat lunak telah diciptakan yang bertujuan untuk menunjang penggunaan bioinformatika dalam penelitian bioteknologi modern di berbagai bidang termasuk sektor pertanian. Ketersediaan database genom dari berbagai organism yang bersifat terbuka (free access) memungkinakan pencarian kandidat-kandidat gen yang memiliki potensi untuk perbaikan sifat tanaman melalui rekayasa genetika. Keberadaan bioinformatika saat ini menjadi semakin penting dengan berkembangnya trend penelitian in silico yang sangat membantu ilmuwan untuk melakukan penelitian secara lebih cepat, terarah dan efisien.

Dalam upaya meningkatan kapasitas dan ketrampilan SDM di bidang bioinformatika, BPBPI akan menyelenggarakan workshop dengan topik: “Aplikasi teknik bioinformatika untuk riset bioteknologi modern dalam bidang pertanian”. Workshop ini dirancang dengan pendekatan “competence based training” yang merupakan gabungan antara teori dan praktek (hands on) yang mencakup penggunaan database, sequence analysis, Blast & sequence alignment, DNA sequencing, protein analysis dan perancangan primer, akan dipelajari secara lebih mendalam selama workshop ini.

Tujuan

1. Meningkatkan pengetahuan, skill dan ketrampilan peserta dalam melakukan teknik-teknik  bioinformatika dan aplikasinya dalam menunjang penelitian bioteknologi pertanian.

2. Menjalin jejaring dan kerjasama antar instansi peserta dengan BPBPI dalam aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

KELUARAN

1. Meningkatnya pengetahuan, skill dan ketrampilan peserta dalam melakukan teknik-teknik bioinformatika dan aplikasinya dalam menunjang penelitian bioteknologi pertanian.

2. Terjalinnya jejaring kerjasama antara berbagai instansi peserta dengan BPBPI dalam aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama biologi molekuler.

Workshop"Aplikasi Teknik Bioinformatika untuk Riset Bioteknologi Modern Dalam Bidang Pertanian", diadakan selama dua hari yang berlangsung pada tanggal 29 - 30 April 2014 bertujuan Meningkatkan pengetahuan, skill dan ketrampilan peserta dalam melakukan teknik-teknik bioinformatika dan aplikasinya dalam menunjang penelitian bioteknologi pertanian, menjalin jejaring dan kerjasama antar instansi peserta dengan BPBPI dalam aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

 

Pelatihan Teknik Produksi Pupuk Hayati Cendawan Mikoriza Arbuskula dan Aplikasinya Untuk Tanaman Perkebunan dan Kehutanan

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) akan mengadakan pelatihan "Teknik Produksi Pupuk Hayati Cendawan Mikoriza Arbuskula dan Aplikasinya Untuk Tanaman Perkebunan dan Kehutanan". Pelatihan selama dua hari yang berlangsung pada tanggal 15 - 16 April 2014 bertujuan untuk Memberi pengetahuan tentang CMA, ,memperkenalkan peserta dalam tahap produksi inokulum CMA, memperkenalkan beberapa teknik untuk menganalisis kualitas pupuk mikoriza yang dihasilkan atau yang terdapat di pasar dan membantu peserta mengetahui kapan dan bagaimana menggunakan inokulum mikoriza CMA. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

 

Pelatihan Perbanyakan Tanaman Hias Dengan Teknik Kultur Jaringan

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) akan mengadakan pelatihan "Perbanyakan Tanaman Hias Dengan Teknik Kultur Jaringan". Pelatihan selama tiga hari yang berlangsung pada tanggal 25 - 27 Februari 2014 bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan teknik kultur jaringan untuk perbanyakan tanaman hias. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

 
More Articles...