Pelatihan

Teknik Pengendalian Ganoderma

Topik Pelatihan :

Teknik Pengendalian Ganoderma

Tanggal : Agustus 2014
Output : Peserta memperoleh informasi dan ketrampilan dalam teknik pengendalian Ganoderma secara terpadu
Biaya : Rp. 4.500.000
 

Teknik molekuler untuk perbaikan sifat tanaman bagi guru-guru SMA

Topik Pelatihan :

Teknik molekuler untuk perbaikan sifat tanaman bagi guru-guru SMA

Tanggal : -
Output : Peserta memperoleh pengetahuan dan ketrampilan mengenai berbagai teknik molekuler dan aplikasinya untuk membantu pemuliaan tanaman dalam perbaikan sifat tanaman maupun seleksinya
Biaya : Rp. 2.000.000
 

Pelatihan Teknik Penanganan dan Pemanfaatan Limbah Cair Perkebunan dan Industri dengan Pendekatan Bioteknologi

Latar Belakang:

Limbah industri ibarat “buah simalakama”, ditangani memerlukan biaya cukup tinggi, tidak ditangani menimbulkan masalah. Masalah limbah industri sering menjadi ganjalan bagi para pengelola industri dari tingkat manager sampai ke tingkat analis, bahkan bagi industri yang sangat bonafide sekalipun. Hal ini disebakan penangan limbah selama ini merupakan cost center. Penanganan limbah yang berorientasi hanya sekedar agar aman untuk dibuang, akan terus menghadapi masalah tersebut. Metode 5R (Rethink, Reuse, Recycle, Reduction, Recovery) akan dapat mengubah pola pikir tersebut, karena limbah akan diposisikan sebagai produk samping dan bahan baku industri. Teknik 5R dengan pendekatan bioteknologi proses terbukti berhasil mengatasi masalah klasik limbah cair industri. Penanganan yang sukses dengan cara ini  akan dapat membalik posisi IPAL dari cost center menjadi profit center.

Jadi biarkan “buah simalakama” datang ke dalam usaha Anda karena memang tidak dapat dihindarkan. Hanya saja, limbah tersebut perlu diubah menjadi bahan baku produk industri yang dapat menghasilkan uang agar masalah hilang dan pendapatan perusahaan meningkat.

Tujuan:

Memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang penanganan limbah cair industri, termasuk industri perkebunan dengan pendekatan bioteknologi.

Pelatihan "Teknik Penanganan dan Pemanfaatan Limbah Cair Perkebunan dan Industri dengan Pendekatan Bioteknologi" diadakan selama dua hari yang berlangsung pada tanggal 4 - 5 Juni 2014.

 

Read more...

 

Pelatihan Pemanfaatan dan Pembuatan Pestisida Organik untuk Mendukung Agro-Industri yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Back to nature ataupun pertanian organik (green agriculture), akan menjadi tren dunia dalam industri pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan kekayaan hayati yang besar dan beragam, Indonesia memiliki potensi besar mentransformasikan keunggulan komparatif sumberdaya alam tersebut menjadi produk yang unggul di pasar global, baik domestik maupun internasional. Untuk itu diperlukan implementasi hasil riset .

Peningkatan produktivitas pertanian merupakan suatu keniscayaan tanpa dukungan inovasi yang berkembang sesuai kondisi zaman. Demikian juga kebutuhan agrokimia (agrochemicals) seperti pupuk dan pestisida, memerlukan inovasi seiring dengan perkembangan lingkungan yang semakin kompleks. Kesadaran akan semakin menipisnya cadangan minyak dunia yang merupakan bahan baku tak terbarukan (unrenewable) dari agrokimia tersebut, telah mendorong upaya beralih ke bahan baku yang terbarukan. Termasuk dalam upaya ini adalah peralihan dari pestisida sintetik ke pestisida organik atau pestisida alami (natural) yang bahan bakunya berasal dari makhluk hidup (tanaman, mikroba ataupun hewan). Selain terbarukan, keunggulan dari pestisida organik ini, adalah ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia. Terlebih untuk pestisida organik yang bahan bakunya berasal dari rempah-rempah yang banyak digunakan dalam industri kuliner khas Indonesia, jelas tidak berdampak negatif terhadap kesehatan manusia.

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) akan mengadakan pelatihan "Pemanfaatan dan Pembuatan Pestisida Organik untuk Mendukung Agro-Industri yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan". Pelatihan selama dua hari yang berlangsung pada bulan September 2014 bertujuan untuk Menambah bekal pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan kepada peserta pelatihan tentang pembuatan dan potensi efektivitas (efikasi) pestisida organik, baik pestida hayati maupun pestisida nabati. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

 

Pelatihan Kultur Jaringan Tanaman Perkebunan

Latar Belakang

Pembangunan perkebunan di Indonesia meningkat pesat dalam satu dekade terakhir. Indonesia termasuk negara produsen utama dunia beberapa komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, dan tebu. Namun, produktivitas tanaman perkebunan di Indonesia masih kalah dibandingkan negara-negara lain. Salah satu faktor penyebabnya adalah penggunaan benih unggul yang masih rendah.

Kebutuhan bibit tanaman perkebunan di Indonesia mencapai ratusan juta bibit per tahun. Peran penting kultur jaringan adalah menyediakan bibit unggul klonal yang seragam dalam jumlah besar secara cepat. Kultur jaringan tanaman perkebunan telah berhasil dilakukan, walaupun untuk beberapa tanaman tertentu masih menghadapi kendala. Saat ini, puluhan juta benih unggul tanaman perkebunan telah dihasilkan melalui kultur jaringan.

Di samping untuk tujuan perbanyakan tanaman, kultur jaringan juga berperan dalam transformasi genetik untuk tujuan pemuliaan tanaman, memperoleh bibit tanaman bebas penyakit, memproduksi senyawa sekunder, dan konservasi plasma nutfah secara in vitro.

Tujuan

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan kultur jaringan pada tanaman perkebunan.

Pelatihan "Kultur Jaringan Tanaman Perkebunan" diadakan selama lima hari yang berlangsung pada tanggal 19 - 23 Mei 2014. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet
 
More Articles...