Pelatihan

Pelatihan Monitoring dan Strategi Antisipasi Dampak Perubahan Iklim pada Komoditas Perkebunan

Beragam kegiatan manusia di sektor industri, energi, kehutanan, transportasi, pertanian dan perubahan pemanfaatan lahan telah memicu laju peningkatan gas rumah kaca (GRK) di atmosfer. GRK umumnya terdapat dalam bentuk karbon dioksida (CO2), metan (CH4), dinitrogen-oksida (N2O), sulfurheksaflorida (SF6), perflorokarbon (PFCs) dan hirdoflorokarbon (HFCs). Kenaikan konsentrasi gas tersebut di atmosfer menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Iklim, melebihi berbagai faktor lainnya, berperan penting dalam menentukan suhu dan curah hujan, yang merupakan komponen utama untuk keberhasilan kegiatan pertanian, termasuk perkebunan.

Terkait dengan isu perubahan iklim, pada kebanyakan tanaman perkebunan yang umumnya adalah tanaman tahunan, perubahan tersebut akan direspon dalam bentuk perubahan siklus tahunan seperti berubahnya waktu gugur daun dan waktu pembungaan. Di samping itu perubahan iklim juga akan berdampak terhadap distribusi geografis serangga hama dan vektor patogen penyakit serta waktu serangannya sehingga konsekuensinya metode pengontrolan penyakit juga perlu beradaptasi dengan kondisi baru tersebut. Secara keseluruhan dengan adanya perubahan tersebut dampak yang ditimbulkan terhadap usaha perkebunan menjadi serius karena umumnya berhubungan langsung dengan penurunan produksi. Untuk mengatasinya diperlukan strategi antisipasi yang tepat dengan dukungan teknologi inovatif dan adaptif agar usaha perkebunan dapat bertahan dan berkelanjutan serta tetap memberikan keuntungan yang signifikan bagi para pelaku usahanya.

Sebagai Institusi riset, Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) merasa terpanggil untuk menyampaikan informasi tentang dampak perubahan iklim dalam usaha perkebunan. Sehubungan dengan hal tersebut kontribusi dampak perubahan iklim terhadap produktivitas berbagai tanaman perkebunan serta perkembangan hama dan penyakit merupakan topik yang akan dibahas lebih detail. Berbagai kegiatan riset dan rekomendasi yang ditujukan untuk mengurangi emisi GRK adalah topik bahasan lain yang akan disampaikan dalam kesempatan pelatihan ini dengan harapan pelaku usaha perkebunan dapat beradaptasi dengan baik terhadap perubahan-perubahan tersebut dimana pemahaman yang benar akan menghasilkan suatu kebijakan manajeman perkebunan yang tepat sehingga kerugian yang diakibatkan oleh adanya perubahan iklim dapat diantisipasi secara dini.

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) akan mengadakan pelatihan "Monitoring dan Strategi Antisipasi Dampak Perubahan Iklim pada Komoditas Perkebunan". Pelatihan selama tiga hari yang berlangsung pada tanggal 18-20 November 2014 bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang dampak perubahan iklim terhadap usaha perkebunan serta strategi antisipatif yang diperlukan dalam upaya mengurangi emisi GRK dan akibat perubahan iklim. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

 

Pelatihan Status Terkini dan Pengendalian Ganoderma sp. pada Perkebunan Kelapa Sawit dan Tanaman Kehutanan

Perkembangan serangan Ganoderma sp. penyebab penyakit busuk pangkal batang semakin mengkhawatirkan pengusaha kelapa sawit demikian pula pada tanaman kehutanan seperti acasia dan sengon. Timbulnya serangan Ganoderma sp. di semua umur atau fase tanaman demikian pula semua lingkungan yang berbeda menyebabkan perlunya penanganan yang cepat.

Tidak seperti patogen tanaman lainnya, Ganoderma sp. mempunyai karakteristik biologi dan penyebaran yang spesifik. Ganoderma sp. memiliki perkembangan pertumbuhan yang lambat namun memiliki kemampuan bertahan yang lama karena adanya resting spore dan pesudosklerotium. Berdasarkan hal ini maka diperlukan penanganan yang khusus dalam pengendalian Ganoderma sp. Pada tingkat serangan Ganoderma sp. yang ringan, gejala yang terjadi sangat bervariasi di lingkungan yang berbeda, dan baru muncul sangat spesifik pada serangan lanjut. Ketika gejala secara kasat mata terlihat, pada umumnya tanaman sudah tidak dapat tertolong lagi dan tidak lama kemudian mati. Atas dasar hal ini sangat diperlukan deteksi dini dalam usaha penanggulangan serangan Ganoderma sp. khususnya pada tingkat serangan ringan.

Tinjauan ekonomi juga diperlukan dalam pengambilan keputusan jenis pengendalian Ganoderma sp. yang paling menguntungkan pekebun. Hal ini disebabkan pengendalian Ganoderma sp. harus dilakukan secara totalitas dan dengan pendekatan terpadu. Berdasarkan hal ini maka biaya pengendalian akan berbeda pada tiap tingkat serangan. Berdasarkan hal ini maka peningkatan pemahaman dan keterampilan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam penanganan Ganoderma sp. baik di kehutanan maupun perkebunan. Pelatihan ini akan memberikan pembekalan tentang pemahaman konsep pengendalian Ganoderma sp. secara totalitas dan aplikasi beberapa teknologi pengendaliannya.

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) akan mengadakan pelatihan "Status Terkini dan Pengendalian Ganoderma sp. pada Perkebunan Kelapa Sawit dan Tanaman Kehutanan". Pelatihan selama tiga hari yang berlangsung pada tanggal 26-28 Agustus 2014 bertujuan untuk Mempersiapkan SDM lapang menghadapi serangan Ganoderma sp. di perkebunan kelapa sawit dan tanaman kehutanan, serta memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam deteksi dini dan cara  pengendalian dengan pendekatan teknologi hayati. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

 

Produksi biogas dari limbah perkebunan

Topik Pelatihan :

Produksi biogas dari limbah perkebunan

Tanggal : Desember 2014
Output : Peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang teknologi produksi biogas dari limbah perkebunan
Biaya : Rp. 2.500.000
 

Teknologi pengendalian KAS di perkebunan karet

Topik Pelatihan :

Teknologi pengendalian KAS di perkebunan karet

Tanggal : November 2014
Output : Peserta memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dalam pengendalian kering alur sadap sehingga dapat mengembalikan produktivitas tanaman karet
Biaya : Rp. 2.000.000
 

Monitoring data dan antisipasi dampak perubahan iklim terhadap komoditas perkebunan dan tanaman pangan

Topik Pelatihan :

Monitoring data dan antisipasi dampak perubahan iklim terhadap komoditas perkebunan dan tanaman pangan

Tanggal : November 2014
Output : Peserta memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dalam monitoring data dan antisipasi dampak perubahan iklim serta prediksi musim tanam 2015 menggunakan alat AWS
Biaya : Rp. 3.000.000
 
More Articles...