Pelatihan

Pelatihan Teknik Penanganan Kebun Endemik Ganoderma : Replanting dan Konversi

Serangan penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan infeksi Ganoderma sp. semakin mengkhawatirkan pengusaha kelapa sawit. Hal ini disebabkan karena serangan Ganoderma sp. dapat terjadi di semua umur atau fase tanaman, generasi dan lingkungan atau tanah yang berbeda. Pada lahan yang ditanami kelapa sawit baik yang lebih dari 1 generasi maupun yang ditanam awal dan terserang Ganoderma maka lahan tersebut sudah tercemari propagul Ganoderma sehingga berpotensi menyebabkan penyakit busuk pangkal batang. Secara umum lahan endemik Ganoderma merupakan lahan yang tergolong lahan tidak sehat karena merupakan lahan yang mengalami cekaman biotik. Perbaikan kesehatan tanah dapat dilakukan melalui perbaikan karakteristik biologi tanah atau mengembalikan sifat biologinya seperti saat awal sebelum terjadinya serangan Ganoderma sp.

Ganoderma sp. adalah jamur tanah sehingga perbaikan daerah perakaran serta lingkungan di sekitarnya perlu mendapat perhatian khusus. Perlakuan khusus perlu dilakukan untuk replanting mulai dari saat persiapan lahan dan pengolahan tanah, penyediaan bibit bebas Ganoderma, dan pemeliharaan kesehatan tanaman termasuk didalamnya monitoring infeksi Ganoderma, peningkatan kebugaran dan imunitas tanaman. Keseluruhan kegiatan ini merupakan satu paket untuk mengantisipasi terjadinya infeksi Ganoderma di lahan endemik yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Dalam penanganan lahan endemik, usaha pemutusan siklus hidup Ganoderma sp. juga merupakan potensi yang dapat dilakukan karena sudah teruji secara ilmiah. Pemilihan jenis tanaman konversi tentunya menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Bagaimanapun juga antisipasi terjadinya serangan Ganoderma sp. di lahan endemik pada tanaman konversi tetap perlu dilakukan.

Untuk tujuan ini maka perlu diaplikasikan paket teknologi replanting dan konversi baik konversi menjadi maupun dari kelapa sawit. Disamping itu, peningkatan pemahaman dan keterampilan sumber daya manusia menjadi faktor penting khususnya untuk penanganan lahan endemik Ganoderma sp. di perkebunan. Pelatihan ini akan memberikan pembekalan tentang pemahaman konsep penanganan lahan endemik Ganoderma sp. dan pengendaliannya.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan mengadakan pelatihan "Teknik Penanganan Kebun Endemik Ganoderma : Replanting dan Konversi". Pelatihan selama tiga hari yang berlangsung pada tanggal 3-5 Juni 2015 bertujuan untuk Memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam penanganan lahan endemik Ganoderma sp. serta mempersiapkan SDM lapang untuk penanganan lahan endemik dan tanaman terserang Ganoderma sp. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Workshop Aplikasi teknik bioinformatika untuk riset bioteknologi modern dalam bidang bioteknologi pertanian dan kesehatan

Informasi dari kemajuan bioteknologi seperti data sekuen DNA dari pembacaan genom, data sekuen dan struktur protein sampai kepada data transkripsi RNA telah berkembang pesat. Kini, perpaduan antara bioteknologi dan teknologi informasi (bioinfomatika) menjelma menjadi cabang ilmu yang mengorganisasi dan menganalisa data-data tersebut menjadi sebuah informasi biologis bermakna. Ribuan database telah tercipta dalam kurun waktu dua dasawarsa terakhir di dunia yang mendukung perkembangan dari riset di dunia pertanian dan kesehatan. Keberadaan database dari berbagai organisme yang bersifat terbuka (open access) tersebut memungkinkan pencarian kandidat-kandidat gen yang memiliki potensi untuk perbaikan sifat tanaman atau menyeleksi kandidat senyawa obat untuk penyakit melalui rekayasa genetika. Hal tersebut semakin penting mengingat tren penelitian in silico yang sangat membantu ilmuwan untuk melakukan penelitian secara lebih tepat, terarah dan efisien.

Sebagai institusi riset, PPBBI telah lama menggunakan pendekatan bioinformatika sebagai bagian dari penelitian bioteknologi untuk mendapatkan hasil terbaik. Oleh karena itu, dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan di bidang bioinformatika, PPBBI akan menyelenggarakan workshop dengan topik : “Aplikasi teknik bioinformatika untuk riset bioteknologi modern dalam bidang bioteknologi pertanian dan kesehatan”. Workshop ini merupakan gabungan antara teori dan praktek yang mencakup penggunaan database, analisis sekuen, BLAST dan penjajaran sekuen, perancangan primer, sekuensing DNA, dan analisis protein.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan mengadakan workshop"Aplikasi teknik bioinformatika untuk riset bioteknologi modern dalam bidang bioteknologi pertanian dan kesehatan". Workshop selama tiga hari yang berlangsung pada tanggal 04-06 Agustus 2015 bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan teknik-teknik bioinformatika dan penerapannya dalam menunjang penelitian bioteknologi pertanian dan kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Pelatihan Teknik Perbanyakan Tanaman Melalui Kultur Jaringan

Pembangunan perkebunan di Indonesia meningkat pesat dalam satu dekade terakhir. Indonesia termasuk negara produsen utama untuk beberapa komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, dan tebu. Namun produktivitas tanaman perkebunan di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara lain. Salah satu faktor penyebabnya yaitu rendahnya penggunaan bibit unggul.

Kebutuhan bibit unggul tanaman perkebunan di Indonesia mencapai ratusan juta bibit per tahun. Kebutuhan akan bibit tanaman hias saat ini juga meningkat pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan tanaman hias untuk ekspor. Peran penting kultur jaringan adalah menyediakan bibit unggul klonal skala besar secara cepat. Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) memiliki kemampuan dan pengalaman panjang dalam pengembangan kultur jaringan tanaman perkebunan, tanaman hias dan hortikultura. Di Indonesia, saat ini puluhan juta benih unggul tanaman tersebut telah dihasilkan melalui kultur jaringan.

Selain untuk tujuan perbanyakan tanaman, kultur jaringan juga berperan dalam program pemuliaan tanaman melalui transformasi genetik dan pemuliaan tanaman in vitro, penyediaan bibit bebas-penyakit, produksi senyawa metabolit sekunder bernilai tinggi, dan untuk konservasi plasma nutfah tumbuhan secara in vitro.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan mengadakan pelatihan "Teknik Perbanyakan Tanaman  Melalui Kultur Jaringan". Pelatihan selama lima hari yang berlangsung pada tanggal 18-22 Mei 2015 bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan kultur jaringan pada tanaman perkebunan dan tanaman hias.. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Workshop Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang untuk Perkebunan dan Kehutanan

Dalam rangka pembangunan berkelanjutan, rehabilitasi lahan pasca tambang harus lebih diarahkan kepada pengembangan lahan produktif ramah lingkungan yang lebih konseptual. Peraturan Pemerintah RI No.78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pasca Tambang dan Permen ESDM No.7 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Pasca Tambang pada kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara sudah harus dapat diimplementasikan dalam setiap kegiatan penambangan serta peruntukannya bagi kegiatan reboisasi hutan, pertanian, perkebunan, peternakan, pemukiman, reservoar air baku atau perikanan dan ekowisata.

Workshop yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri, PT Riset Perkebunan Nusantara pada tanggal 24-26 Maret 2015 merupakan salah satu upaya untuk menghimpun masukan dan rumusan, konsep, model, dan prinsip pengelolaan lahan pasca tambang yang sesuai dengan kondisi agroekologi serta teknologi pendukungnya. Dalam konteks ini riset dan teknologi yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan solusi terhadap upaya rehabilitasi untuk pengembangan lahan perkebunan dan kehutanan yang produktif dan berkelanjutan.

Pembekalan teknik analisis cemaran logam berat akan disampaikan dalam bentuk praktikum singkat serta dilaksanakan di Laboratorium Pengujian (LP-PPBBI) yang telah memiliki sertifikat KAN.

Workshop "Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang untuk Perkebunan dan Kehutanan" akan diselenggarakan selama tiga hari yang berlangsung pada tanggal 24-26 Maret 2015 bertujuan : 1) Sarana informasi penerapan model rehabilitasi kawasan di hutan lahan kering, lahan basah (hutan rawa gambut, mangrove), dan kawasan hutan pasca tambang; 2) Menjabarkan strategi dan IPTEK rehabilitasi kawasan pasca tambang; 3) Membangun jejaring komunikasi lingkup pengguna, pengelola kebun/HTI dan tambang, praktisi, peneliti, dan pemerhati lingkungan. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

==> Formulir Registrasi


Share di Facebook

 

Pelatihan Teknik Pengendalian Penyakit Jamur Akar Putih (JAP) dan Kekeringan Alur Sadap (KAS) Pada Tanaman Karet

Karet mempunyai arti penting dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia. Komoditas ini berperan sebagai komoditi penghasil devisa negara, penyedia lapangan kerja bagi penduduk dan sumber penghasilan bagi petani karet. Budidaya tanaman karet selama ini terkendala penyakit jamur akar putih yang disebabkan jamur Rigidoporus lignosus dan mengakibatkan kematian pada tanaman karet muda, tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Penyebaran penyakit ini di perkebunan karet sangat cepat karena dapat melalui kontak akar dengan tanaman di sekitarnya.

Selain karena serangan patogen, produktivitas tanaman karet merosot tajam akibat adanya penyakit kekeringan alur sadap (KAS) atau brown bast yang menyebabkan kerugian 12-20% dari produksi karet tahunan. Kekeringan alur sadap merupakan gangguan fisiologis pada tanaman karet sehingga alur sadapnya kering dan tidak mengalirkan lateks apabila disadap. Kerugian yang diakibatkan oleh KAS di perkebunan karet di Indonesia diperkirakan lebih dari Rp 2,8 triliun/tahun. Permasalahan tersebut merupakan salah satu penyebab produktivitas tanaman karet Indonesia lebih rendah dibanding negara produsen karet lainnya, seperi Thailand dan Malaysia, yaitu hanya 0,8 ton/ha sedangkan Thailand 1,5 ton/ha.

Sebagai institusi riset dan pengembangan perkebunan, BPBPI telah lama mengembangkan metode penanggulangan jamur akar putih (JAP) dan KAS pada karet dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukan dengan penggunaan agensia hayati dan bahan organik yang mudah diaplikasikan dan terjangkau oleh para pekebun.

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) akan mengadakan pelatihan "Teknik Pengendalian Penyakit Jamur Akar Putih (JAP) dan Kekeringan Alur Sadap (KAS) Pada Tanaman Karet". Pelatihan selama dua hari yang berlangsung pada tanggal 3-4 Desember 2014 bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai cara penanggulangan yang efektif terhadap jamur akar putih (JAP) dan kekeringan alur sadap (KAS) sehingga dapat mengembalikan produktifitas tanaman karet. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

==> Formulir Registrasi


Share di Facebook

 
More Articles...