Pelatihan

Workshop Prospek Pengembangan Pupuk Hayati, Organik, dan Pembenah Tanah untuk Mendukung Sektor Perkebunan dan Pertanian

Pengembangan, aplikasi, dan komersialisasi pupuk hayati, organik, dan pembenah tanah melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan mencakup pula status industri ini untuk menopang program pengelolaan perkebunan dan pertanian ramah lingkungan hingga ketahanan pangan. Eksplorasi bahan dan plasma nutfah lokal yang dapat diperbarui sebagai bahan baku utama produksi harus dioptimalkan sedemikian rupa untuk pemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.

Dalam hal penerapan efisiensi di sektor perkebunan kelapa sawit, penggunaan pupuk hayati, organik, dan pembenah tanah merupakan solusi terbaik untuk menghemat biaya pemupukan yang menempati komposisi dominan dalam skema biaya produksi minyak kelapa sawit secara keseluruhan. Sementara untuk sektor pertanian aplikasi ketiga jenis bahan tersebut telah teruji untuk mengatasi keterbatasan kualitas dan luasan lahan produktif dengan indikator peningkatan produktivitas tanaman.

Workshop yang akan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia pada tanggal 8-10 September 2015 merupakan salah satu upaya untuk menyajikan informasi aktual tentang perkembangan riset, teknologi industri dan prospek pasar pupuk hayati, organik, dan pembenah tanah. Dalam konteks ini riset dan teknologi yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan jawaban terhadap mekanisme kerja mikroorganisme tanah dalam mengoptimalkan kualitas tanah serta menjadi solusi yang akurat terhadap upaya pemanfaatan sumber daya alam untuk efisiensi biaya produksi dan meningkatkan produktifitas tanaman.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Pelatihan Peningkatan Mutu Citarasa Kopi dengan Teknik Bioteknologi

Kopi merupakan minuman penyegar yang diminum tidak hanya untuk menghilangkan haus ataupun memperoleh zat gizi tertentu, tetapi utamanya adalah untuk memperoleh kesenangan atau kenikmatan. Oleh sebab itu, faktor terpenting dari minuman tersebut adalah mutu citarasanya. Berbagai coffee shop transnasional maupun lokal tumbuh dengan pesat di berbagai kota di Indonesia akhir-akhir ini. Sebagai contoh, sebuah perusahaan swasta nasional tahun 2015 ini menginvestasikan Rp 400 milyar untuk mengembangkan coffee shop. Kopi dengan citarasa tinggi saat ini sudah menjadi bagian gaya hidup dan sosialita kaum remaja dan profesional muda. Berbagai varian penambah rasa kopi juga berkembang pesat seperti “Espresso”, “Cappucinno”, “Kopi ginseng” dll sehingga jumlah penikmat kopi bertambah luas. Terkait dengan hal tersebut produsen kopi perlu melakukan best practice mulai dari pra-panen, pasca panen hingga processing produk akhir untuk mendapatkan mutu citarasa terbaik.

Bahan baku bermutu baik tidak menjamin citarasa kopi yang dihasilkan juga akan baik bila pengolahan tidak dilakukan dengan cara yang benar. Pengolahan yang benar juga dapat memodifikasi karakteristik citarasa yang secara intrinsik kurang baik menjadi karakter citarasa yang disukai. Sebagai contoh dalam pasca panen kopi, penambahan starter mikroba untuk fermentasi (Ciragi) akan mengubah karakter astringent, rubbery, rather chemical, dark chocolaty, spicy, herbal yang tidak disukai menjadi karakter rasa tertentu yang disukai konsumen seperti acidity, fragrance, sweet corn, lemony, dan jasmine. Saat ini juga trend bisnis coffee shop ataupun rumah kopi tengah merebak di berbagai wilayah Indonesia. Untuk memenuhi kepuasan konsumen, para manager produksi dan peracik cafe perlu mengetahui cara apresiasi dan diskripsi citarasa tinggi untuk produk tersebut sehingga dapat memilih dengan tepat jenis kopi yang sesuai dengan trend selera konsumen dan pasar saat ini.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan mengadakan pelatihan "Peningkatan Mutu Citarasa Kopi dengan Teknik Bioteknologi". Pelatihan selama tiga hari yang berlangsung pada tanggal 24-26 Agustus 2015 bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis dan keterampilan teknis dalam produksi kopi bercitarasa tinggi dengan pendekatan bioteknologi. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Pelatihan Teknik Penanganan Kebun Endemik Ganoderma : Replanting dan Konversi

Serangan penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan infeksi Ganoderma sp. semakin mengkhawatirkan pengusaha kelapa sawit. Hal ini disebabkan karena serangan Ganoderma sp. dapat terjadi di semua umur atau fase tanaman, generasi dan lingkungan atau tanah yang berbeda. Pada lahan yang ditanami kelapa sawit baik yang lebih dari 1 generasi maupun yang ditanam awal dan terserang Ganoderma maka lahan tersebut sudah tercemari propagul Ganoderma sehingga berpotensi menyebabkan penyakit busuk pangkal batang. Secara umum lahan endemik Ganoderma merupakan lahan yang tergolong lahan tidak sehat karena merupakan lahan yang mengalami cekaman biotik. Perbaikan kesehatan tanah dapat dilakukan melalui perbaikan karakteristik biologi tanah atau mengembalikan sifat biologinya seperti saat awal sebelum terjadinya serangan Ganoderma sp.

Ganoderma sp. adalah jamur tanah sehingga perbaikan daerah perakaran serta lingkungan di sekitarnya perlu mendapat perhatian khusus. Perlakuan khusus perlu dilakukan untuk replanting mulai dari saat persiapan lahan dan pengolahan tanah, penyediaan bibit bebas Ganoderma, dan pemeliharaan kesehatan tanaman termasuk didalamnya monitoring infeksi Ganoderma, peningkatan kebugaran dan imunitas tanaman. Keseluruhan kegiatan ini merupakan satu paket untuk mengantisipasi terjadinya infeksi Ganoderma di lahan endemik yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Dalam penanganan lahan endemik, usaha pemutusan siklus hidup Ganoderma sp. juga merupakan potensi yang dapat dilakukan karena sudah teruji secara ilmiah. Pemilihan jenis tanaman konversi tentunya menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Bagaimanapun juga antisipasi terjadinya serangan Ganoderma sp. di lahan endemik pada tanaman konversi tetap perlu dilakukan.

Untuk tujuan ini maka perlu diaplikasikan paket teknologi replanting dan konversi baik konversi menjadi maupun dari kelapa sawit. Disamping itu, peningkatan pemahaman dan keterampilan sumber daya manusia menjadi faktor penting khususnya untuk penanganan lahan endemik Ganoderma sp. di perkebunan. Pelatihan ini akan memberikan pembekalan tentang pemahaman konsep penanganan lahan endemik Ganoderma sp. dan pengendaliannya.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan mengadakan pelatihan "Teknik Penanganan Kebun Endemik Ganoderma : Replanting dan Konversi". Pelatihan selama tiga hari yang berlangsung pada tanggal 3-5 Juni 2015 bertujuan untuk Memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam penanganan lahan endemik Ganoderma sp. serta mempersiapkan SDM lapang untuk penanganan lahan endemik dan tanaman terserang Ganoderma sp. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Workshop Aplikasi teknik bioinformatika untuk riset bioteknologi modern dalam bidang bioteknologi pertanian dan kesehatan

Informasi dari kemajuan bioteknologi seperti data sekuen DNA dari pembacaan genom, data sekuen dan struktur protein sampai kepada data transkripsi RNA telah berkembang pesat. Kini, perpaduan antara bioteknologi dan teknologi informasi (bioinfomatika) menjelma menjadi cabang ilmu yang mengorganisasi dan menganalisa data-data tersebut menjadi sebuah informasi biologis bermakna. Ribuan database telah tercipta dalam kurun waktu dua dasawarsa terakhir di dunia yang mendukung perkembangan dari riset di dunia pertanian dan kesehatan. Keberadaan database dari berbagai organisme yang bersifat terbuka (open access) tersebut memungkinkan pencarian kandidat-kandidat gen yang memiliki potensi untuk perbaikan sifat tanaman atau menyeleksi kandidat senyawa obat untuk penyakit melalui rekayasa genetika. Hal tersebut semakin penting mengingat tren penelitian in silico yang sangat membantu ilmuwan untuk melakukan penelitian secara lebih tepat, terarah dan efisien.

Sebagai institusi riset, PPBBI telah lama menggunakan pendekatan bioinformatika sebagai bagian dari penelitian bioteknologi untuk mendapatkan hasil terbaik. Oleh karena itu, dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan di bidang bioinformatika, PPBBI akan menyelenggarakan workshop dengan topik : “Aplikasi teknik bioinformatika untuk riset bioteknologi modern dalam bidang bioteknologi pertanian dan kesehatan”. Workshop ini merupakan gabungan antara teori dan praktek yang mencakup penggunaan database, analisis sekuen, BLAST dan penjajaran sekuen, perancangan primer, sekuensing DNA, dan analisis protein.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan mengadakan workshop"Aplikasi teknik bioinformatika untuk riset bioteknologi modern dalam bidang bioteknologi pertanian dan kesehatan". Workshop selama tiga hari yang berlangsung pada tanggal 04-06 Agustus 2015 bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan teknik-teknik bioinformatika dan penerapannya dalam menunjang penelitian bioteknologi pertanian dan kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Pelatihan Teknik Perbanyakan Tanaman Melalui Kultur Jaringan

Pembangunan perkebunan di Indonesia meningkat pesat dalam satu dekade terakhir. Indonesia termasuk negara produsen utama untuk beberapa komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, dan tebu. Namun produktivitas tanaman perkebunan di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara lain. Salah satu faktor penyebabnya yaitu rendahnya penggunaan bibit unggul.

Kebutuhan bibit unggul tanaman perkebunan di Indonesia mencapai ratusan juta bibit per tahun. Kebutuhan akan bibit tanaman hias saat ini juga meningkat pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan tanaman hias untuk ekspor. Peran penting kultur jaringan adalah menyediakan bibit unggul klonal skala besar secara cepat. Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) memiliki kemampuan dan pengalaman panjang dalam pengembangan kultur jaringan tanaman perkebunan, tanaman hias dan hortikultura. Di Indonesia, saat ini puluhan juta benih unggul tanaman tersebut telah dihasilkan melalui kultur jaringan.

Selain untuk tujuan perbanyakan tanaman, kultur jaringan juga berperan dalam program pemuliaan tanaman melalui transformasi genetik dan pemuliaan tanaman in vitro, penyediaan bibit bebas-penyakit, produksi senyawa metabolit sekunder bernilai tinggi, dan untuk konservasi plasma nutfah tumbuhan secara in vitro.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan mengadakan pelatihan "Teknik Perbanyakan Tanaman  Melalui Kultur Jaringan". Pelatihan selama lima hari yang berlangsung pada tanggal 18-22 Mei 2015 bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan kultur jaringan pada tanaman perkebunan dan tanaman hias.. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 
More Articles...