Pelatihan

Workshop Teknik Biomolekuler Terkini untuk Mendukung Riset pada Bidang Pertanian dan Kesehatan

Sejak ditemukannya struktur DNA pada tahun 1950-an, teknik biologi molekuler telah berkembang pesat. Saat ini, aplikasi teknologi tersebut telah dirasakan manfaatnya pada berbagai bidang, baik untuk pemuliaan tanaman pada bidang pertanian hingga drug discovery pada bidang kesehatan. Riset terkait biologi molekuler kini memasuki tahapan baru. Teknik genome editing yang sekarang mulai banyak dikembangkan memungkinkan manipulasi genetik secara tepat pada sekuen genom spesifik sehingga dapat menggantikan teknik mutagenesis yang terjadi secara acak. Di sisi lain, identifikasi gen-gen terkait sifat unggul pada organisme target kini tidak lagi dilakukan secara monogenik melainkan plurigenik. Analisis transkriptomik dengan menggunakan teknik RNA sequencing telah diketahui mampu mengidentifikasi kluster gen yang terkait sifat-sifat unggul. Metode analisis high debit tersebut berkembang cepat karena dukungan kemajuan teknologi informasi di bidang biologi yang dikenal sebagai bioinformatika. Pada masa sekarang ini, riset pada bidang biologi molekuler tidak mungkin dipisahkan dari teknik bioinformatika. Untuk itu peningkatan pengetahuan, skill dan keterampilan para pelaku riset di biologi molekuler dan bioinformatika harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Sebagai institusi riset, PPBBI senantiasa meningkatkan kapasitas peneliti dalam mempelajari dan mengaplikasikan teknik-teknik biologi molekuler dan bioinformatika terkini. Di sisi lain, PPBBI merasa perlu untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Sehubungan dengan hal tersebut, PPBBI akan menyelenggarakan workshop dengan topik “Teknik biologi molekuler terkini untuk mendukung riset pada bidang pertanian dan kesehatan”. Dalam kegiatan ini akan disampaikan materi berupa teori dan demo praktek yang dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan peserta di bidang biologi molekuler.

Workshop yang akan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia pada tanggal 1-3 Desember 2015 bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan peserta tentang teknik-teknik biologi molekuler terkini khususnya RNA sequencing dan Genome Editing; Membekali peserta dengan teknik bioinformatika untuk mendukung riset di bidang biologi molekuler; Menjalin jejaring dan kerjasama antar instansi peserta dengan PPBBI dalam aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Pelatihan Teknik pengendalian penyakit jamur akar putih (JAP) dan kekeringan alur sadap (KAS) pada tanaman karet

Karet mempunyai arti penting dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia. Komoditas ini berperan sebagai komoditi penghasil devisa negara, penyedia lapangan kerja bagi penduduk dan sumber penghasilan bagi petani karet. Budidaya tanaman karet selama ini terkendala penyakit jamur akar putih yang disebabkan jamur Rigidoporus lignosus dan mengakibatkan kematian pada tanaman karet muda, tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Penyebaran penyakit ini di perkebunan karet sangat cepat karena dapat melalui kontak akar dengan tanaman di sekitarnya.

Selain karena serangan patogen, produktivitas tanaman karet merosot tajam akibat adanya penyakit kekeringan alur sadap (KAS) atau brown bast yang menyebabkan kerugian 12-20% dari produksi karet tahunan. Kekeringan alur sadap merupakan gangguan fisiologis pada tanaman karet sehingga alur sadapnya kering dan tidak mengalirkan lateks apabila disadap. Kerugian yang diakibatkan oleh KAS di perkebunan karet di Indonesia diperkirakan lebih dari Rp 2,8 triliun/tahun. Permasalahan tersebut merupakan salah satu penyebab produktivitas tanaman karet Indonesia lebih rendah dibanding negara produsen karet lainnya, seperi Thailand dan Malaysia, yaitu hanya 0,8 ton/ha sedangkan Thailand 1,5 ton/ha.

Sebagai institusi riset dan pengembangan perkebunan, Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) telah lama mengembangkan metode penanggulangan jamur akar putih (JAP) dan KAS pada karet dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pendekatan yang dilakukan dengan penggunaan agensia hayati dan bahan organik yang mudah diaplikasikan dan terjangkau oleh para pekebun.

Pelatihan yang akan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia pada tanggal 28-29 Oktober 2015 merupakan salah satu upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai cara penanggulangan yang efektif terhadap jamur akar putih (JAP) dan kekeringan alur sadap (KAS) sehingga dapat mengembalikan produktifitas tanaman karet.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Workshop Prospek Pengembangan Pupuk Hayati, Organik, dan Pembenah Tanah untuk Mendukung Sektor Perkebunan dan Pertanian

Pengembangan, aplikasi, dan komersialisasi pupuk hayati, organik, dan pembenah tanah melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan mencakup pula status industri ini untuk menopang program pengelolaan perkebunan dan pertanian ramah lingkungan hingga ketahanan pangan. Eksplorasi bahan dan plasma nutfah lokal yang dapat diperbarui sebagai bahan baku utama produksi harus dioptimalkan sedemikian rupa untuk pemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.

Dalam hal penerapan efisiensi di sektor perkebunan kelapa sawit, penggunaan pupuk hayati, organik, dan pembenah tanah merupakan solusi terbaik untuk menghemat biaya pemupukan yang menempati komposisi dominan dalam skema biaya produksi minyak kelapa sawit secara keseluruhan. Sementara untuk sektor pertanian aplikasi ketiga jenis bahan tersebut telah teruji untuk mengatasi keterbatasan kualitas dan luasan lahan produktif dengan indikator peningkatan produktivitas tanaman.

Workshop yang akan diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia pada tanggal 8-10 September 2015 merupakan salah satu upaya untuk menyajikan informasi aktual tentang perkembangan riset, teknologi industri dan prospek pasar pupuk hayati, organik, dan pembenah tanah. Dalam konteks ini riset dan teknologi yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan jawaban terhadap mekanisme kerja mikroorganisme tanah dalam mengoptimalkan kualitas tanah serta menjadi solusi yang akurat terhadap upaya pemanfaatan sumber daya alam untuk efisiensi biaya produksi dan meningkatkan produktifitas tanaman.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Pelatihan Peningkatan Mutu Citarasa Kopi dengan Teknik Bioteknologi

Kopi merupakan minuman penyegar yang diminum tidak hanya untuk menghilangkan haus ataupun memperoleh zat gizi tertentu, tetapi utamanya adalah untuk memperoleh kesenangan atau kenikmatan. Oleh sebab itu, faktor terpenting dari minuman tersebut adalah mutu citarasanya. Berbagai coffee shop transnasional maupun lokal tumbuh dengan pesat di berbagai kota di Indonesia akhir-akhir ini. Sebagai contoh, sebuah perusahaan swasta nasional tahun 2015 ini menginvestasikan Rp 400 milyar untuk mengembangkan coffee shop. Kopi dengan citarasa tinggi saat ini sudah menjadi bagian gaya hidup dan sosialita kaum remaja dan profesional muda. Berbagai varian penambah rasa kopi juga berkembang pesat seperti “Espresso”, “Cappucinno”, “Kopi ginseng” dll sehingga jumlah penikmat kopi bertambah luas. Terkait dengan hal tersebut produsen kopi perlu melakukan best practice mulai dari pra-panen, pasca panen hingga processing produk akhir untuk mendapatkan mutu citarasa terbaik.

Bahan baku bermutu baik tidak menjamin citarasa kopi yang dihasilkan juga akan baik bila pengolahan tidak dilakukan dengan cara yang benar. Pengolahan yang benar juga dapat memodifikasi karakteristik citarasa yang secara intrinsik kurang baik menjadi karakter citarasa yang disukai. Sebagai contoh dalam pasca panen kopi, penambahan starter mikroba untuk fermentasi (Ciragi) akan mengubah karakter astringent, rubbery, rather chemical, dark chocolaty, spicy, herbal yang tidak disukai menjadi karakter rasa tertentu yang disukai konsumen seperti acidity, fragrance, sweet corn, lemony, dan jasmine. Saat ini juga trend bisnis coffee shop ataupun rumah kopi tengah merebak di berbagai wilayah Indonesia. Untuk memenuhi kepuasan konsumen, para manager produksi dan peracik cafe perlu mengetahui cara apresiasi dan diskripsi citarasa tinggi untuk produk tersebut sehingga dapat memilih dengan tepat jenis kopi yang sesuai dengan trend selera konsumen dan pasar saat ini.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan mengadakan pelatihan "Peningkatan Mutu Citarasa Kopi dengan Teknik Bioteknologi". Pelatihan selama tiga hari yang berlangsung pada tanggal 24-26 Agustus 2015 bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis dan keterampilan teknis dalam produksi kopi bercitarasa tinggi dengan pendekatan bioteknologi. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 

Pelatihan Teknik Penanganan Kebun Endemik Ganoderma : Replanting dan Konversi

Serangan penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan infeksi Ganoderma sp. semakin mengkhawatirkan pengusaha kelapa sawit. Hal ini disebabkan karena serangan Ganoderma sp. dapat terjadi di semua umur atau fase tanaman, generasi dan lingkungan atau tanah yang berbeda. Pada lahan yang ditanami kelapa sawit baik yang lebih dari 1 generasi maupun yang ditanam awal dan terserang Ganoderma maka lahan tersebut sudah tercemari propagul Ganoderma sehingga berpotensi menyebabkan penyakit busuk pangkal batang. Secara umum lahan endemik Ganoderma merupakan lahan yang tergolong lahan tidak sehat karena merupakan lahan yang mengalami cekaman biotik. Perbaikan kesehatan tanah dapat dilakukan melalui perbaikan karakteristik biologi tanah atau mengembalikan sifat biologinya seperti saat awal sebelum terjadinya serangan Ganoderma sp.

Ganoderma sp. adalah jamur tanah sehingga perbaikan daerah perakaran serta lingkungan di sekitarnya perlu mendapat perhatian khusus. Perlakuan khusus perlu dilakukan untuk replanting mulai dari saat persiapan lahan dan pengolahan tanah, penyediaan bibit bebas Ganoderma, dan pemeliharaan kesehatan tanaman termasuk didalamnya monitoring infeksi Ganoderma, peningkatan kebugaran dan imunitas tanaman. Keseluruhan kegiatan ini merupakan satu paket untuk mengantisipasi terjadinya infeksi Ganoderma di lahan endemik yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Dalam penanganan lahan endemik, usaha pemutusan siklus hidup Ganoderma sp. juga merupakan potensi yang dapat dilakukan karena sudah teruji secara ilmiah. Pemilihan jenis tanaman konversi tentunya menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Bagaimanapun juga antisipasi terjadinya serangan Ganoderma sp. di lahan endemik pada tanaman konversi tetap perlu dilakukan.

Untuk tujuan ini maka perlu diaplikasikan paket teknologi replanting dan konversi baik konversi menjadi maupun dari kelapa sawit. Disamping itu, peningkatan pemahaman dan keterampilan sumber daya manusia menjadi faktor penting khususnya untuk penanganan lahan endemik Ganoderma sp. di perkebunan. Pelatihan ini akan memberikan pembekalan tentang pemahaman konsep penanganan lahan endemik Ganoderma sp. dan pengendaliannya.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan mengadakan pelatihan "Teknik Penanganan Kebun Endemik Ganoderma : Replanting dan Konversi". Pelatihan selama tiga hari yang berlangsung pada tanggal 3-5 Juni 2015 bertujuan untuk Memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam penanganan lahan endemik Ganoderma sp. serta mempersiapkan SDM lapang untuk penanganan lahan endemik dan tanaman terserang Ganoderma sp. Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 
More Articles...