Pelatihan

Pelatihan Teknik Perbanyakan Tanaman melalui Kultur Jaringan

Indonesia termasuk negara produsen utama untuk beberapa komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, dan tebu. Namun produktivitas tanaman perkebunan di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara lain. Salah satu faktor penyebabnya yaitu rendahnya penggunaan bibit unggul.
Kebutuhan bibit unggul tanaman perkebunan dan tanaman pertanian lainnya di Indonesia mencapai ratusan juta bibit per tahun. Produksi benih unggul dalam jumlah massal sulit dipenuhi dengan metode propagasi konvensional dalam waktu relatif singkat. Peran penting kultur jaringan adalah menyediakan bibit unggul klonal skala besar secara cepat. Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) memiliki kemampuan dan pengalaman panjang dalam pengembangan kultur jaringan tanaman perkebunan. Saat ini, puluhan juta benih unggul tanaman perkebunan telah dihasilkan melalui kultur jaringan.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan menyelenggarakan Pelatihan “Teknik Perbanyakan Tanaman melalui Kultur Jaringan”. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan kultur jaringan pada tanaman perkebunan dan tanaman hias. Pelatihan akan dilaksanakan pada tanggal 17-21 April 2017 di Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, Jl. Taman Kencana No.1, Bogor dan di Laboratorium Biak Sel & Mikropropagasi Tanaman, Jl. Jabaru II No.21, Ciomas, Bogor

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

Facebook Twitter

 

Pelatihan Bioinformatika aplikatif dalam riset pertanian dan kesehatan

Informasi dari kemajuan bioteknologi seperti data sekuen DNA dari pembacaan genom, data sekuen dan struktur protein sampai kepada data transkripsi RNA telah berkembang pesat. Kini, perpaduan antara bioteknologi dan teknologi informasi (bioinfomatika) menjelma menjadi cabang ilmu yang mengorganisasi dan menganalisa data-data tersebut menjadi sebuah informasi biologis bermakna. Ribuan database telah tercipta dalam kurun waktu dua dasawarsa terakhir di dunia yang mendukung perkembangan dari riset di bidang pertanian dan kesehatan. Keberadaan database dari berbagai organisme yang bersifat terbuka (open access) tersebut memungkinkan pencarian identifikasi kandidat-kandidat gen yang memiliki potensi untuk perbaikan sifat tanaman atau penanggulangan penyakit melalui rekayasa genetika. Hal tersebut semakin penting mengingat tren penelitian in silico yang sangat membantu ilmuwan untuk melakukan penelitian secara lebih tepat, terarah dan efisien.

Sebagai institusi riset, PPBBI telah lama menggunakan pendekatan bioinformatika sebagai bagian dari penelitian bioteknologi untuk mendapatkan hasil terbaik. Oleh karena itu, PPBBI akan menyelenggarakan pelatihan dengan topik “Bioinformatika aplikatif dalam riset pertanian dan kesehatan”. Pelatihan ini merupakan gabungan antara teori (30%) dan praktek (70%) yang diharapkan membekali peserta dengan kemampuan melakukan analisis in silico untuk menghasilkan data yang dapat dipublikasikan. Pelatihan akan dilaksanakan di Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, Jl. Taman Kencana No. 1, Bogor 16128, pada tanggal 25-26 April 2016.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

Facebook Twitter

 

Workshop Peningkatan Kualitas dan Citarasa Kopi dengan Pendekatan Bioteknologi

Kopi merupakan minuman penyegar yang diminum tidak hanya untuk menghilangkan haus ataupun memperoleh zat gizi tertentu, tetapi utamanya adalah untuk memperoleh kesenangan atau kenikmatan. Oleh sebab itu, faktor terpenting dari minuman tersebut adalah mutu citarasanya. Kopi dengan citarasa tinggi saat ini sudah menjadi bagian gaya hidup kaum remaja dan profesional muda. Berbagai varian penambah rasa kopi juga berkembang pesat seperti “Espresso”, “Cappucinno”, “Mocacinno” dll sehingga jumlah penikmat kopi bertambah luas. Terkait dengan hal tersebut produsen kopi perlu melakukan best practice teratur untuk mendapatkan kualitas dan mutu citarasa terbaik.
Bahan baku bermutu baik tidak menjamin citarasa kopi yang dihasilkan juga akan baik bila pengolahan tidak dilakukan dengan cara yang benar. Penambahan starter mikroba untuk fermentasi (Ciragi) dapat meningkatkan total skor citarasa. Keuntungan lainnya adalah dapat menghilangkan karakter astringent, rubbery, rather chemical, dark chocolaty, spicy, herbal yang tidak disukai. Karakter rasa tertentu yang disukai konsumen seperti acidity, fragrance, sweet corn, lemony, dan jasmine dapat muncul pada kopi hasil fermentasi dengan Ciragi. Terkait hal tersebut maka pengetahuan mengenai cara peningkatan kualitas dan citarasa kopi melalui aplikasi Ciragi perlu dimiliki oleh trader kopi, pimpinan atau aparat dinas terkait, manager kebun kopi dan petani kopi. Disamping itu bagi para praktisi industri kopi dan peracik café, pengetahuan tersebut bermanfaat dalam memilih jenis kopi yang sesuai dengan trend selera konsumen dan pasar saat ini.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan menyelenggarakan Workshop“Peningkatan Kualitas dan Citarasa Kopi dengan Pendekatan Bioteknologi”. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis dan keterampilan teknis dalam produksi kopi bercitarasa tinggi dengan pendekatan bioteknologi. Workshop akan akan dilakukan di Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, Jl Taman Kencana 1, Bogor, selama 3 (tiga) hari dari 8 - 10 Mei 2017

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

Facebook Twitter

 

Workshop Replanting Kelapa Sawit di lahan Endemik Ganoderma : Success story di PTP Nusantara IV

Penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan Ganoderma sp. merupakan penyakit utama pada perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Ganoderma sp. merupakan patogen tular tanah yang sulit dikendalikan karena mempunyai beberapa karakteristik seperti kemampuannya membentuk badan pertahanan dan menyebar. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pada tingkat keparahan serangan Ganoderma sp. tertentu atau jumlah pokok tertentu, maka replanting merupakan pilihan yang harus dilakukan bagi pekebun.
Secara umum lahan endemik Ganoderma merupakan lahan yang tergolong tidak sehat karena mengalami cekaman biotik. Oleh karena itu perlakuan khusus perlu dilakukan untuk mengembalikan kesehatan lahan sehingga penanaman kembali (replanting) tanaman kelapa sawit mencapai keberhasilan. Penyehatan lahan dapat dilakukan melalui perbaikan karakteristik biologi tanah atau mengembalikan sifat biologinya.
Teknik replanting di lahan endemik Ganoderma harus dimulai dari saat persiapan lahan dan pengolahan tanah, penyediaan bibit bebas Ganoderma, dan pemeliharaan kesehatan tanaman termasuk monitoring infeksi Ganoderma, peningkatan kebugaran dan imunitas tanaman. Keseluruhan kegiatan ini merupakan satu paket yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal untuk pencegahan terjadinya infeksi Ganoderma di lahan endemik.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan menyelenggarakan Workshop “Replanting Kelapa Sawit di lahan Endemik Ganoderma : Success story di PTP Nusantara IV”. Workshop ini bertujuan untuk Memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam penanganan lahan endemik Ganoderma sp. serta mempersiapkan SDM lapang untuk penanganan lahan endemik dan tanaman terserang Ganoderma sp. Workshop akan dilaksanakan di Medan pada bulan 11 - 13 Juli 2017.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet

Facebook Twitter

 

Workshop Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Industri Kelapa Sawit dengan Pendekatan Bioteknologi menuju Zero Waste Industry

Industri kelapa sawit nasional menjadi andalan dan motor penggerak perekonomian nasional. Nilai ekspor minyak sawit sepanjang 2015 mencapai USD 18,64 milyar dan berperan besar dalam menyelamatkan neraca perdagangan Indonesia. Jumlah tersebut diharapkan terus meningkat untuk mendorong peningkatan nilai ekspor Indonesia. Tuntutan untuk meningkatkan produksi minyak sawit tersebut berimplikasi pada peningkatan volume limbah pabrik kelapa sawit yang dihasilkan. Permasalahan limbah ini sering menjadi ganjalan bagi para pengelola industri kelapa sawit, selain itu limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) juga dituding sebagai penghasil gas metana terbesar kedua, yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Di sisi lain LCPKS berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi yang cukup tinggi. Penanganan limbah dengan metode 4R (Reuse, Recycle, Reduction, Recovery) menuju zero waste industry merupakan solusi permasalahan tersebut.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI) akan menyelenggarakan Workshop “Pengolahan dan Pemanfaatan Limbah Industri Kelapa Sawit dengan Pendekatan Bioteknologi menuju Zero Waste Industry” yang menawarkan teknologi pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit menjadi produk bernilai ekonomi tinggi menuju zero waste industry, sehingga menjadikan limbah yang tadinya cost center menjadi profit center. Workshop akan diselenggarakan pada tanggal 25-26 Oktober 2016 di Kampus Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, Jl. Taman Kencana No. 1, Bogor 16128.

Untuk informasi lebih lanjut dapat men-download leaflet berikut : download leaflet


Share di Facebook

 
More Articles...