Greemi-G

Nama Produk
:
Greemi-G
Paten
:
ID 0 000 452 S
Sertifikat merk
:
D00-2005021190
Inventor
:
Dr. Darmono Taniwiryono
Dr. Agus Purwantara
Greemi-G (Green Microbe) adalah formula yang mengandung dua jenis mikroba hijau yang dapat mengendalikan beberapa jenis penyakit tanaman perkebunan, yang penularannya terjadi melalui tanah termasuk Ganoderma pada sawit, JAP pada karet dan Phytopthora pada kakao. Greemi adalah akronim dari 'green microbe' yang mengindikasikan bahwa produk ini mengandung cendawan berspora hijau, Trichoderma spp, dan diproduksi dalam bentuk granul ('G')
Kegunaan :
Greemi-G menyembuhkan tanaman yang terserang Ganoderma, JAP dan Phytopthora serta memacu pertumbuhan tanaman. Dapat digunakan untuk pembibitan, tanaman belum menghasilkan dan tanaman produktif

Keunggulan :

Greemi-G merupakan biofungisida yang aman dan ramah lingkungan yang terbukti mampu mengendalikan beberapa jenis penyakit tanaman, perkebunan yang penularannya terjadi melalui tanah. Strain Trichoderma spp. yang dipakai secara periodik diperbaiki dan dijaga kualitasnya. Tetap stabil selama transportasi dan selama penyimpanan 1 tahun. Juga berfungsi sebagai pemicu pertumbuhan tanaman. Bahan Pembawa yang dipakai juga berfungsi sebagai "food base". Bahan aktif biologis Greemi-G akan berkembang-biak segera setelah diaplikasikan di lapang.

Potensi :

Greemi-G mempunyai potensi yang baik dalam mengendalikan Ganoderma, jamur akar putih, jamur akar merah, jamur akar coklat, Phytophthora palmivora, Fusarium. Greemi-G dapat juga digunakan untuk mengendalikan beberapa patogen tular tanah yang lain pada tanaman tahunan.

Cara Aplikasi

1. Tanaman/bibit di Polibag
a. Tambahkan 25 gram Greemi-G ke dalam media tanah di polibag.
b. Tutup permukaan polibag dengan seresah secukupnya.
c. Tanaman disiram sesuai dengan kebutuhan
2. Tanaman di lapang
a. Untuk tindakan preventif, gali tanah di sekitar pangkal batang, taburkan Greemi-G, kemudian tutup kembali dengan tanah. Pada cuaca kering, tutup permukaan tanah dengan mulsa.
b. Untuk tindakan kuratif, sayat bagian yang terinfeksi, aplikasikan Greemi-G pada permukaan lukaan, kemudian tutup dengan tanah. Alternatifnya, pasta Greemi-G yang disiapkan dengan mencampur air dengan volume yang sama dapat dikuaskan pada luka. Bakar sisa jaringan hasil penyayatan.
c. Untuk menghancurkan inokulum pada sisa-sisa tanaman yang terinfeksi, aplikasikan 0.5% Greemi-G , kemudian tutup tumpukan dengan plastik hitam selama 4-6 minggu
d. Dosis Greemi-G untuk tanaman muda 100-200 gram/tanaman/tahun.
e. Dosis Greemi-G untuk tanaman menghasilkan 300-500 gram/tanaman/tahun.
f. Dosis Greemi-G untuk tanaman pangan 10-15 gram/tanaman/tahun
3. Lubang perawatan tanaman sawit dan karet.
a. Buat satu lubang di antara gawangan/baris tanaman selebar 40 cm, sedalam 40 cm.
b. Masukkan seresah, tandan kosong, atau kulit buah kakao ke dalam lugang secukupnya lapis demi lapis sambil ditebari Greemi-G, sampai sebanyak 400 gram Greemi-G habis.
c. Tutup permukaan lubang dengan tanah secukupnya.
d. Enam bulan kemudian ulang di lubang lain yang dibuat pada posisi 90 derajad dari lubang sebelumnya ke arah berlawanan jarum jam dengan pangkal batang sebagai poros.
e. Kegiatan tersebut diulang terus menerus sehingga dalam waktu 2 tahun, semua 4 penjuru mendapat perlakuan Greemi-G dengan cara yang sama.
4. Lubang tanam
a. Untuk lubang tanaman standar (panjang 60 cm x lebar 60 cm x dalam 60 cm), dosis yang digunakan taburkan 300 gram Greemi-G lapis demi lapis pada kompos yang telah matang di dalam lubang.
b. Isi lubang dengan tanah sampai ketinggian di mana pangkal media bibit tanaman akan diletakkan.
c. Sambil menimbun media polybag, letakkan 100 gram sisanya di sekeliling media bibit tanaman.
d. Untuk lubang tanam yang lebih besar, gunakan dosis paling tidak 1.000 gram dan diaplikasikan seperti di atas, di mana 900 gram dicampur taburkan lapis demi lapis dengan kompos, dan 100 gram sisanya di letakkan di sekeliling media bibit tanaman.

Output Aplikasi Greemi-G

1. Tanaman di Polibag
a. Bibit sehat
b. Bibit tanaman lebih vigor dengan sistem perakaran yang baik.
c. Perakaran tanaman terlindung dari serangan penyakit tular tanah.
2. Tanaman di lapang
a. Melindungi perakaran tanaman atau memulihkan perakaran/pangkal batang dari serangan penyakit tular tanah (Ganoderma spp., Rigidoporus lignosus, Phytophthora spp., dan Fusarium spp.).
b. Pertumbuhan tanaman menjadi tampak lebih segar dan hijau
c. Produksi tandan meningkat sampai dengan batas kemampuan genetik tanaman.

Petunjuk Teknis Aplikasi Greemi-G : unduh file pdf

Leaflet Greemi-G : unduh file pdf