Communication Workshop on Agricultural Biotechnology

Communication Workshop on Agricultural Biotechnology diselenggarakan oleh Indonesian Biotechnology Information Centre (IndoBIC), didukung oleh Perhimpunan Bioteknologi Pertanian Indonesia (PBPI), SEAMEO BIOTROP dan International Services for the Acquisition of Agri-biotech Application (ISAAA), serta Masyarakat Bioteknologi Pertanian Indonesia (Masbiopi). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para peneliti di Indonesia dalam menyampaikan informasi ilmiah terutama yang berkaitan dengan hasil-hasil bioteknologi pertanian, secara tepat dengan menggunakan bahasa/kalimat yang efektif yang dapat dipahami oleh media maupun masyarakat umum. Sekitar 50 peserta dari ilmuwan, akademisi, pejabat pemerintah, dan industri berpartisipasi dalam acara ini. Salah satu peneliti BPBPI, Dr. Hayati Minarsih, MSc berkesempatan untuk mengikuti workshop tersebut pada tanggal 16 Mei 2013 bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta.

Acara dibuka oleh Dr. Bambang Purwantara selaku ketua IndoBIC dan sambutan oleh Dr. Agus Pakpahan. Setelah itu berturut turut dipresentasikan beberapa topic tentang; Agricultural biotechnology in USA and Indonesia, Public understanding on GMO food in Indonesia, food risk communication, optimizing informational website content, reach and influence, The role of online news station, Using conventional and social media, TV and radio, The role of public and private (NGO) organization in Indonesia, dan ditutup dengan final remarks oleh Dr. Bambang Purwantara dan Kimberly Reed, sorang pakar komunikasi dan executive director IFIC Foundation. Para narasumber berasal dari University of California Davis (Dr. Martina McGloughlin), BB BIOGEN (Dr. M Herman), BP POM (Ir. Tetty Sihombing, MP), IFIC (International Food Information Council) Foundation (Kimberly Reed dan Andy Benson), University of Kentucky (Dr. Tim Sellnow). Workshop menjadi lebih menarik dengan kehadiran wakil dari situs warta digital Detik.com yang memberikan tips untuk penggunaan website dalam komunikasi bioteknologi, hal yang penting untuk diperhatikan adalah; target/objective, content, feature, design dan promotion.

Menyadari pentingnya peranan komunikasi dan media massa saat ini, maka workshop ini dirasakan sangat bermanfaat. Terutama bagi peneliti yang ingin mengkomunikasikan hasil penelitiannya agar bisa lebih dimengerti dan diterima oleh masyarakat luas. Produk pertanian hasil bioteknologi saat ini telah banyak beredar di pasaran, namun tingkat penerimaan masyarakat (public acceptance) dirasakan masih rendah. Hal ini bisa dikarenakan informasi yang tidak berimbang yang diterima oleh masyarakat mengenai resiko dari penggunaan produk hasil bioteknologi tersebut (risk communication). Oleh karenanya ada beberapa poin penting di dalam menjalin komunikasi tentang bioteknologi pertanian dengan media maupun umum sebagaimana disarikan dari workshop ini adalah;

- Bioteknologi merupakan "tool" yang sangat penting di dalam pembangunan pertanian dan berkomplemen dengan pemuliaan konvensional.

- Penting untuk menjelaskan mengapa riset bioteknologi diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan pangan.

- Sebaiknya keterangan yang diberikan jelas dan dengan kalimat yang mudah dipahami karena tidak semua masyarakat telah memahami dan memiliki pengetahuan dasar tentang produk bioteknologi.

- Penjelasan dapat diberikan berkaitan dengan beberapa kata kunci; food safety, consumer benefits, sustainability, dan feeding a growing world.

Photo: IndoBIC

Hayati Minarsih.

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1, Bogor 16128- Indonesia Phone: (0251) 8324048, 8327449 Fax. : (0251) 8328516 Email: admin@iribb.org
Hak cipta © 2019
Media Sosial :