Kultur Jaringan Kelapa Sawit

Nama Produk
:
Kultur Jaringan Kelapa Sawit
Paten
:
-
Inventor
:
-
Peneliti
:
Ir Sumaryono, MSc
: Imron Riyadi, MSi
Dr. J.S. Tahardi
Perbanyakan kelapa sawit (Elaeis guineensisJacq.) pada umumnya menggunakan benih hibrida tenera (dura x pisifera). Perbanyakan klonal kelapa sawit yang termasuk tanaman monokotil hanya dapat dilakukan melalui kultur jaringan.
Kegunaan :
Individu tanaman yang mempunyai sifat unggul misalnya produksi TBS, rendemen minyak atau kandungan B-karoten tinggi, serta toleran terhadap penyakit dapat diperbanyak secara massal dalam waktu yang singkat menggunakan teknik kultur jaringan
Keunggulan :
Kultur jaringan kelapa sawit melalui embriogenesis somatik di BPBPI dilakukan menggunakan sistem perendaman sesaat (SPS) yang berdasar pada perendaman singkat propagul dalam medium cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPS meningkatkan produksi dan keseragaman embrio somatik kelapa sawit. Di samping itu, paparan yang singkat propagul ke medium diperkirakan akan menurunkan terjadinya abnormalitas tanaman di lapang. Uji lapang menunjukkan bahwa tingkat abnormalitas pembungaan dan pembuahan tanaman kelapa sawit sangat rendah, kurang dari 1%.