Bio K

Nama Produk
:
Bio K
Paten
:
-
Sertifikat merk
:
-
Peneliti
:
Dr Laksmita Prima Santi
Dr Didiek Hadjar Goenadi

Pupuk Bio-Kalium (Bio-K) dikembangkan dengan menggunakan mineral pembawa K yang diproses secara kimia-biologi (bio-aktivasi). Bio-K digunakan sebagai pengganti muriate of potash (MOP).

Keunggulan:

Penggunaan pupuk Bio-K lebih efisien dan ekonomis. Bio-K mengandung bakteri pelarut K. BIO-K mampu menyediakan unsur K di dalam tanah untuk kebutuhan tanaman. Produk ini berbentuk granul sehingga mempermudah dalam teknik aplikasinya di lapang.

Tanaman pangan dan hortikultura

Ditugal:

Pupuk BIO-K dibenamkan dalam lubang di samping batang tanaman sejauh kurang lebih 7-10 cm dan ditutup kembali dengan tanah.

Tanaman perkebunan

(i) Ditempatkan dalam larikan: Pupuk BIO-K ditaburkan di dalam larikan diantara barisan tanaman dan kemudian ditutup kembali dengan tanah dan disiram. (ii) Dibuat lubang (pocket): aplikasi pupuk BIO-K dilakukan dengan metode pocket. Metode tersebut dilakukan dengan cara membuat lubang sebesar mata cangkul sebanyak 2-4 lubang disekeliling pohon. Pupuk BIO-K dimasukkan ke dalam lubang tersebut sesuai dengan dosis anjuran yang ditetapkan, kemudian lubang ditutup kembali dengan tanah.

Dosis BIO-K

50-100% dari dosis anjuran pupuk MOP standar kebun.

BIO-K tidak boleh dicampur dengan Urea dalam PENYIMPANAN, tetapi dapat dicampur pada saat digunakan/aplikasi. Dalam aplikasi pemupukan, BIO-K juga dapat dicampur dengan pupuk P, ZA, dan dolomit/kieserit.

STANDAR PENYIMPANAN BIO-K

- Penyimpanan harus memperhatikan suhu, dan kelembaban ruang. Untuk itu harus cukup aliran udara, lantai dilapisi balok (palet) yang ditutupi papan/anyaman bambu, dan atap tidak bocor.

- Tumpukan karung tidak boleh lebih dari 20 kantong agar tidak mudah bergeser dan karung paling bawah tidak pecah. Jarak tumpukan dengan dinding ruang penyimpanan minimal 0.5 meter.

- Dalam pemindahan/penggunaan diterapkan yang masuk dulu dikeluarkan dulu (first in first out/FIFO), dan tidak digunakan gancu.