BPBPI MENGURAI ASAL USUL TERJADINYA ABNORMALITAS SAWIT ASAL KULTUR JARINGAN DI BELANDA

Metilasi dapat terjadi pada dua dari 4 basa |DNA, namun yang memiliki peran penting di kelompok eukariota hanyalah metilasi yang melibatkan penambatan gugus metil pada karbon posisi ke lima cincin pirimidin basa C (sitosin). Pada golongan mamalia, metilasi khususnya terjadi pada basa C yang diikuti oleh basa G (guanin), yang dalam istilah molekulernya lebih dikenal dengan CpG dinukleotida.  Metilasi C di daerah promoter menyebabkan terhambatnya ekspresi gen.

Tingkat metilasi pada daerah pengendalian ekspresi (regulatory region) dapat ditetapkan dengan menggunakan teknik yang dikenal dengan ”bisulfite sequencing”.  Teknik inilah yang digunakan Dr. Asmini Budiani untuk menganalisis perbedaan tingkat metilasi daerah pengendali ekpresi antara tanaman sawit normal dan abnormal. Dengan teknik ini, ketika DNA diperlakukan dengan bisulfit, basa C yang tidak termetilasi akan berubah menjadi basa U (urasil), namun basa C yang tidak termetilasi akan tetap tidak berubah. Dengan membandingkan hasil sequencing antara DNA yang diperlakukan dengan bisulfit dan yang tidak diperlakukan, posisi C yang termetilasi akan dapat secara akurat ditetapkan.

Pekerjaan Dr. Asmini Budiani tersebut dilakukan di Plant Research International (PRI), di Kmapus Universitas Wageningen, Belanda.

 

Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia
Jl. Taman Kencana No.1, Bogor 16128- Indonesia Phone: (0251) 8324048, 8327449 Fax. : (0251) 8328516 Email: admin@iribb.org
Hak cipta © 2019
Media Sosial :