Search
Links

Petunjuk Teknis
Citorin & Humakos

Citorin & Humakos

Jasa Analisis Kimia

Jumlah Pengunjung
Pengunjung [+/-]
Hari ini:
Kemarin:
Kemarin Lusa:
31
167
144

+23

Total
Jumlah Pengunjung 347 167
Media Sosial

News Flash

Perluasan areal tanaman perkebunan dan kehutanan telah bergeser ke lahan-lahan suboptimal baik lahan dengan kesuburan rendah maupun agroklimat yang kurang sesuai. Degradasi lahan juga menjadi masalah dalam pengembangan tanaman perkebunan dan kehutanan. Indonesia dengan posisi geografis tropis merupakan karunia yang besar bagi kita. Keanekaragaman hayati yang luar biasa merupakan anugerah bagi bangsa yang tak ternilai. Salah satu plasma nutfah yang bermanfaat di lahan suboptimal dan terdegradasi adalah Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA), suatu cendawan tertua yang mampu bersimbiosis dengan tanaman tingkat tinggi termasuk tanaman perkebunan dan kehutanan. CMA diketahui berperan nyata dalam meningkatkan penyerapan hara tanaman dan perbaikan lingkungan tumbuh tanaman secara berkesinambungan. Penelitian mengenai peran CMA banyak dilakukan baik di dalam maupun luar negeri dan hingga kini lebih banyak mengarah pada kegiatan biologi molekuler. Namun demikian  pengembangan cendawan ini masih terkendala ketersediaan inokulum.