Search
Links

Petunjuk Teknis
Citorin & Humakos

Citorin & Humakos

Jasa Analisis Kimia

Jumlah Pengunjung
Pengunjung [+/-]
Hari ini:
Kemarin:
Kemarin Lusa:
60
234
188

+46

Total
Jumlah Pengunjung 262 618
Media Sosial

News Flash

Kakao (Theobroma cacao) adalah sumber pendapatan utama keluarga pedesaan dan memainkan peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan serta memperbaiki kualitas hidup di berbagai negara tropis. Meningkatnya permintaan kakao dunia, keterbatasan pasokan biji kakao dari negara produsen utama (Pantai Gading dan Ghana), ketersediaan lahan potensial, tenaga ahli dan teknologi serta minat masyarakat yang tinggi terhadap kakao merupakan peluang besar yang bisa dikelola dan dikembangkan, sehingga mendorong pengembangan industri kakao menjadi produk jadi dan produk setengah jadi serta pengembangan pasar dalam negeri. Walaupun demikian, hal ini tidak mudah untuk direalisasikan karena banyak sekali permasalahan yang dihadapi perkakaoan nasional diantaranya adalah produktivitas dan mutu biji kakao Indonesia masih rendah dan kebijakan harga oleh Pemerintah. Perbaikan pengelolaan tanaman kakao dewasa dapat menghasilkan produksi yang berkelanjutan dalam jumlah yang cukup banyak, tapi biji kakao kering yang dihasilkan masih sangat minim. Dalam rangka mempertajam pemahaman mengenai “Pengelolaan Tanaman Kakao Terpadu Melalui Pendekatan Bioteknologi Menuju Perkebunan Kakao Berkelanjutan” maka Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia menyelenggaralan pelatihan  selama tiga hari yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 Februari 2014. Pelatihan diikuti oleh berbagai instansi diantaranya PTPN, Perkebunan kakao swasta, akademisi, petani rakyat, dan PT Petrosida Gresik.