Search
Petunjuk Teknis

Petunjuk Teknis Kopyor

Links

Jasa Analisis Kimia

Jumlah Pengunjung
Pengunjung [+/-]
Hari ini:
Kemarin:
Kemarin Lusa:
126
142
124

+18

Total
Jumlah Pengunjung 160 507
Konsultasi
Media Sosial

News Flash

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa keterlibatan Dr. Darmono Taniwiryono dalam pengelolaan limbah organik pasar tradisonal telah di mulai sejak tahun 2008. Kerangka dasarnya adalah untuk sosialisasi penggunaan biodekomposer Promi. Waktu itu Dr. Darmono Taniwiryono, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak DT, mendapat kepercayaan Yayasan Danamon Peduli, untuk mengintroduksikan dan mengaplikasikan teknologi pengomposan sampah organik pasar tradisional dengan Promi di Pasar Bantul dan Pasar Sragen. Beliau pernah juga diundang oleh Bupati Purbalingga, yang sekarang menjadi Wakil Gubernur Jateng, untuk mempresentasikan pengelolaan limbah organik. Ketertarikannya untuk menangani sampah organik pasar tradisional dan rumah tangga tak pernah pudar dan bahkan mengembangkan alat pengomposan sederhana yang sedang diajukan patennya bersama Dr. Asmini Budiani.

Pada acara Training manajemen pengomposan limbah di Kampus Universitas Brawijaya (UB) tanggal 27 Agustus 2013, yang dibuka langsung oleh Rektor UB dan dihadiri oleh Dekan Faperta UB, Pak DT diundang sebagai salah seorang nara sumber. Pada acara tersebut, diundang juga Professor Dr. Eng. Tsuyoshi Imai, Division of Environmental Science and Engineering, Graduate School of Science and Engineering, Yamaguchi University, sebagai pembicara tamu. Pertemuan antara Pak DT dan Professor Tsuyoshi memang diperlukan untuk membangun kerjasama penelitian pengembangan agensia hayati penjaga kelembaban tanah untuk lahan kering dan pendegradasi herbisida di dalam tanah dengan dana dari kementerian keuangan.
UB memiliki hasrat yang kuat untuk menjadi Worldclass University dan untuk itu dalam masalah penanganan limbah di lingkungan kampus juga harus world class. Semoga yang disampaikan oleh Pak DT pada acara yang diselenggarakan di Hotel UB ini bermanfaat bagi semua pihak.